PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Unit Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, Minggu dini hari (9/9) kembali mengamankan pelanggar UU Darurat Senjata Tajam.

Kali ini, petugas mengamankan BE (22), Warga Desa Talang Baru I Kecamatan Topos Kabupaten Lebong. BE kedapatan membawa sebilah pisau mata satu yang diselipkan di pinggang saat tengah berada di jalan umum AK Gani Kecamatan Curup Utara.

“BE ini diamakan saat petugas kita sedang patroli rutin di seputaran kota curup,” ujar Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK saat dikonfirmasi, Senin (10/9).

Dijelaskan Kasat, atas perbuatannya, BE diancam hukuman 10 tahun penjara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951.

“Barang bukti yang kita amankan bersama BE yaitu sebilah sajam jenis pisau bermata satu bergagang kayu yang bewarna coklat, bersarung yang terbuat dari kayu warna coklat dengan panjang sekitar 20 cm,” ujar Kasat.

Sementara, kronologis peristiwa penangkapan BE bermula saat petugas sedang menjalankan patroli rutin di wilayah hukum Rejang Lebong, sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (9/9). Saat melintas di jalan AK Gani Kecamatan Curup Utara, petugas melohat BE bersama temannya tengah duduk di tepi jalan.

Petugas yang curiga atas keberadaan BE yang masih berada di luar rumah pada lewat jam malam tersebut lantas mendatangi tersangka (tsk).

Namun, saat ditanya petugas, BE malah tidak bisa menjelaskan alibi atas keberadaannya di tepi jalan tersebut. Bahkan, saat digeledah petugas justru menemukan pisau mata satu di pinggang kanan BE.

Tak pelak, BE langsung dibawa ke Mapolres Rejang Lebong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “BE dinilai telah membawa senjata tajam bukan ditempat semestinya dan tidak dalam profesi semestinya,” tegas Kasat. [Ifan Salianto]