PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Tertangkap tangan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau bukan pada tempatnya, WE (27) Warga Desa Suka Negri Kecamatan Topos Kabupaten Lebong akhirnya diamankan unit Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, Minggu (9/9) pukul 01.30 WIB.

Ironisnya, saat diamankan petugas, WE sedang dalam kondisi mabuk alkohol di tepi jalan umum Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara.

“Saat diamankan, WE sedang dalam kondisi mabuk bersama satu teman lainnya. Ketika digeledah petugas, di pinggang pelaku terselip pisau mata satu,” ujar Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK saat dikonfirmasi, Minggu (9/9).

Dijelaskan Kasat, kronologis penangkapan WE bermula saat anggota Buser atau Opsnal Sat Reskrim Polres Rejang Lebong sedang melaksanakan Patroli mengitari wilayah perkotaan Curup. Saat melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Petugas melihat ada dua orang laki-laki yang sedang duduk duduk dipinggir jalan.

Petugas yang merasa curiga atas keberadaan WE dan rekannya tersebut lantas menghentikan laju kendaraan dan menghampiri WE dan rekannya tersebut.

Setelah didekati, sambung Kasat, ternyata WE dan rekannya sedang dalam kondisi mabuk alkohol. Petugas lantas menanyakan perihal apa kegiatan keduanya yang masih berada di tepi jalan raya saat waktu tengah malam.

Saat digeledah, petugas justru mendapati sebilah pisau terselip di pinggang WE. Tak pelak, WE langsung diamankan petugas ke Mapolres Rejang Lebong.

“Dari tangan WE, petugas kita berhasil mengamankan sebilah senjata tajam jenis pisau bermata satu, bergagang kayu yang bewarna coklat, bersarung yang terbuat dari kayu warna coklat dengan panjang sekitar 33 cm,” ujar Kasat.

Atas perbuatannya, tambah Kasat, WE terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara. “Kami himbau agar seluruh Warga tidak sembarangan dalam membawa senjata tajam di lokasi maupun tidak sesuai dengan profesinya. Terlebih lagi, membawa senjata tajam saat sedang berkendara atau sedang berkumpul dengan warga lainnya. Sebab, hal dan kondisi tersebut jelas melanggar hukum dan akan di tindak tegas,” tegas Kasat. (Ifan Salianto)