Pedomanbengkulu.com.Kaur – Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Demensi Perkembangan Ekonomi Terkini di laksanakan di Lantai II Pemda Kabupaten Kaur Selasa (18/09/20).

Dalam Rapat Koordinasi ini di hadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kaur Gusril Pausi dan Yulis Suti Sutri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia Saputra dan Staf Kajian Ekonomi Khusus BI Doni Iwan Kristarto serat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kaur.

Dalam penyampainya Kepala Bank Sentral Indonesia Cabang Bengkulu Endang Kurnia Saputra menyampaikan dalam menghadapi Era Globalisasi Ekonomi kesiapan daerah harus dipersiapkan di segala bidang.

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah harus mampu mempersiapkan nilai jual atau produk unggulan.

Salah satunya Kulit Kayu Lantung yang harus kita olah untuk di Ekspor ke Luar Negeri Bank Sentral Indonesia Perwakilan Bengkulu akan memfasilitasi Kabupaten Kaur baik Promosi maupun Pendanaan.

Di Bidang Parawisata, di Bidang Perikanan Udang Paname dan produk lainya yang harus di kembangkan dan dilakukan promosi dan BI akan membantu.

“Untuk rapat Forum di Hotel Borubudur bulan depan, unggulan Kabupaten Kaur harus di Promosikan dan Bupat harus datang,” Serunya.

Bupati Kabupaten Kaur Gusril Pausi menyampaikan bahwa Produk unggulan Kabupaten Kaur yang siap di jual ke publik Prawaisata, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan serta Transportasi Laut Darmaga Linau.

Kami sangat mengharapkan kerja sama dengan Bank Sentral Indonesia Perwakilan Bengkulu untuk memacu Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Dunia Usaha demi kesejahtraan masyarakat Kabupaten Kaur.

Posisi Kabupaten Kaur sangat strategis berdekatan langsung dengan Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan di tambah akses laut Darmaga Linau yang siap di pakai.

Doni Iwan Kristrto dalam pemaparan materinya bahwa Perkembangan Terkini Perekonomian Global dan Nasional saat ini mempengaruhi nilai jual dan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan perdagangan luar negeri.

Seluruh negara mengalami hal yang serupa dalam menghadapi ekonomi gelobal.

Dalam rangka menjaga laju inflasi yang rendah dan stabil sebagai syarat pertumbuhan ekonmi, perlu dilakukan sinkronisasi kebijakan laju inflasi agar tercapai apa yang telah di tetapkan.

Kebijakan daerah dan pusat harus sinkron ini yang harus menjadi dasar utama dalam rangka menekan laju inflasi keterlibatan dinas terkait sangat di butuhkan.

“Hambatan dan permasalahan harus di selsaikan di tingkat kabupaten kaur ini agar tercapai kesejatraan masyarakat,” tandas Doni. [Feri]