PedomanBengkulu.com, Jakarta – Penantian masyarakat mengenai seleksi CPNS akhirnya terjawab. Pemerintah telah menetapkan formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, belum ada tanggal pasti soal pendaftaran CPNS tersebut. Namun, dia memprediksi hal tersebut bisa dilakukan dua pekan dari sekarang.

“Pendaftaran kami berharap kalau sekarang tanggal 6, ya katakanlah antara tanggal 16 hingga 20 September 2018. Namun, pendaftaran bisa dimulai kalau data semua sudah bisa masuk,” kata Bima dalam jumpa pers di Hotel Bidakara Jakarta, dilansir dari Kompas, Kamis (6/9/2018).

Berkaitan dengan hal tersebut, Bima mengimbau kepada masyarakat yang ingin mendaftar sebagai CPNS untuk melakukannya sejak awal waktu agar meminimalkan masalah yang bisa terjadi.

“Pendaftaran ini nantinya kan hanya dua minggu dan kami menyarankan untuk daftar pertama kali, bukan yang terakhir karena nanti pasti akan terjadi traffic sangat padat,” terang dia.

Adapun formasi rekrutmen CPNS yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) adalah sebanyak 238.015.

Rinciannya, 51.271 untuk instansi pusat dan 186.744 untuk instansi daerah. Penerimaan CPNS untuk instansi pusat akan ditempatkan di 76 kementerian/lembaga (K/L). Sementara untuk anggota CPNS di instansi daerah ditempatkan di 525 pemerintah daerah baik kabupaten maupun kota.

Pemerintah pun masih menerapkan prinsip zero minus growth dalam rekrutmen CPNS tahun ini. Hal itu berarti moratorium CPNS dalam rekrutmen tahun ini tetap diberlakukan, kecuali untuk guru dan tenaga kesehatan.

“Kecuali untuk formasi guru dan dosen karena sangat dibutuhkan, guru madrasah juga termasuk. Kemudian yang sangat dibutuhka adalah tenaga kesehatan sehingga formasinya akan didominasi guru dosen dan tenaga kesehatan,” kata Menpan-RB Syafruddin.

Syafruddin pun menambahkan, keputusan pemerintah membuka kembali rekrutmen CPNS tahun ini sebagai upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) aparatur yang lebih berkualitas.

“Hal ini juga untuk mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia pada 2024,” pungkas Syafruddin.

Pemerintah menyediakan sebanyak 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat (76 Kementerian dan Lembaga) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah di 525 Pemda.

Peruntukan instansi Pemerintah Pusat terdiri dari :

1. Jabatan Inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi

2. Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi

3. Dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari:

1. Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi

2. Guru Agama sebanyak 8.000 formasi

3. Tenaga Kesehatan sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis)

4. Tenaga Teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

– Formasi Khusus Pendaftaran CPNS 2018

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari

1. Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude)

2. Penyandang Disabilitas

3. Putra/Putri Papua dan Papua Barat

4. Diaspora

5. Olahragawan Berprestasi Internasional

6. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

– Syarat dan Cara Daftar CPNS 2018

Untuk persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring/online oleh Panitia Seleksi Nasional yang secara teknis dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui portal pendaftaran daring/online (sscn.bkn.go.id). Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.

– Tahapan Seleksi CPNS 2018

Ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, SKD, dan SKB. Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, pelamar harus lolos seleksi administrasi.

SKD merupakan salah satu tahapan setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seleksi SKD terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi dengan minimal nilai 143, Tes Inteligensia Umum dengan standar nilai 80 dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan.

Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). [Ivana]