Prof Herlambang.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Berita salah satu media online di Bengkulu yang menyebutkan bahwa Helmi Hasan mantan tersangka dilantik menjadi Wali Kota, mengundang tanya.

Salah satunya disampaikan oleh pakar hukum Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Herlambang.

Ia mengatakan, status tersangka itu baru sangkaan dan orang yang disangka tersebut belum tentu salah. Menurutnya, setiap orang yang terjerat hukum dapat dikatakan bersalah apabila statusnya naik sebagai terdakwa.

“Namanya juga tersangka itu orang yang disangka. Nah yang disangka kan belum tentu salah tapi kalau terdakwa baru itu baru betul-betul salah. Kalau tersangka itu belum tentu salah, apalagi Helmi Hasan kemarin di Praperadilan resmi menang jadi secara otomatis status tersangka itu hilang,” ujar Prof Herlambang, Senin (24/9/2018).

Sementara Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu Kusmito mengatakan pihaknya sangat menyayangkan dengan penyajian berita yang terindikasi bersifat tendisius.

Karena, kata dia, segala sesuatu yang sudah selesai di Praperadilan itu membatalkan status Tersangka jadi tidak ada lagi embel-embel Tersangka di Helmi Hasan.

“Kita sangat menyayangkan terkait berita itu yang terindikasi bersifat tendisius, karena Bung Helmi sudah menang di Praperadilan jadi tidak ada lagi embel-embel tersangka. Fraksi PAN tidak akan diam karena media ini sudah memberi kan frase terminologi yang keliru di kacamata hukum. Maka dari itu kita akan segera koordinasi dengan pengacara kita. Ini ada kekeliruan cara Tafsir maka dari itu kami sangat menyayangkan cara penyajian berita tersebut,” tutup Kusmito. [Ardiyanto]