Terduga pelaku saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Rejang Lebong 

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Perbuatan tak senonoh yang dilakukan terhadap Bunga (11), Selasa (11/9) lalu akhirnya membuat MA (38), Warga Dusun ll Desa Pungguk Lalang, Kecamatan Curup Selatan harus berhadapan dengan hukum.

MP yang keseharian berprofesi sebagai buruh pencari barang bekas ini ditangkap unit buru sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Rejang Lebong setelah resmi dilaporkan orang tua Korban ke Polres Rejang Lebong, Kamis (13/9) lalu.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK, Jumat (14/9) mengatakan, atas perbuatannya yang telah mencabuli Korban yang masih berstatus sebagai pelajar ini, MP terancam dijerat dengan Pasal 76 E, Undang Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan anacaman pidana paling pendek 5 (lima) tahun penjara dan paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak 5 Milyar rupiah.

“Berdasarkan keterangan saksi korban dan saksi, MP melakukan pencabulan terhadap korban di kompleks SD di Desa Sukarami, Kecamatan Bermani Ulu pada Selasa, 11 September 2018 lalu. Namun, Korban beserta orang tuanya baru melaporkan hal ini ke Polres Kamis, 13 September 2018. Setelah menerima laporan dan mengambil keterangan saksi Korban dan saksi, kita langsung mengamankan MP,” ujar Kasat.

Sementara, sambung Kasat, Kronologis peristiwa bermula saat pelaku sedang menjalankan profesinya mencari barang bekas melintas di depan rumah Korban, sekitar pukul 15.00 WIB Selasa (11/9) lalu.

Saat itu, Korban yang merasa memiliki barang bekas memanggil pelaku berniat menjual barang bekas yang dimilikinya. Melihat Korban memanggil, pelaku akhirnya berhenti dan mendatangi Korban sembari menanyakan keberadaan barang bekas yang akan dijual Korban.

Korban lantas menunjukkan lokasi barang bekas yang berada di belakang komplek bangunan Sekolah Dasar (SD) tidak jauh dari rumah Korban. Bersama pelaku, korban akhirnya menuju lokasi tersebut. Melihat suasana lingkungan yang sepi, pikiran kotor pelaku muncul. Tanpa malu dan ragu, pelaku langsung mendekati Korban dan memegang buah dada serta kemaluan korban secara sengaja.

Korban yang sadar diperlakukan tidak senonoh tersebut langsung menghindar dan menjauh dari Pelaku. Mengetahui perbuatannya disadari Korban, Pelaku langsung berpura pura tidak bersalah langsung mengambil dan menimbang barang bekas tersebut hingga akhirnya meninggalkan Korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sesaat setelah Pelaku pergi, Korban langsung pulang ke rumahnya dan menceritakan perbuatan MP tersebut kepada ibunya hingga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada Kita,” ujar Kasat.

Setelah memastikan identitas pelaku, tambah Kasat, petugas langsung mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan secara intensif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya himbau kepada para orang tua agar selalu mengawasi segala kegiatan anak anaknya, baik di lingkungan keluarga, tempat tinggal dan saat sang anak sedang menjalankan aktifitas di luar rumah. Sehingga, tidak ada ruang bagi para pelaku untuk melancarkan perbuatan perbuatan tidak senonoh kepada anak anak kita,” kata Kasat. [Ifan Salianto]