Korwil BPI Bengkulu Simarjon.

PedomanBengkulu.com, Kaur – Sampai saat ini September 2018 proses penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Kaur melalui Unit Tipikor belum ada titik terang apakah dilanjutkan atau sudah dihentikan.

Untuk di ketahui bahwa sebelumnya disinyalir ada penyimpangan pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun 2016 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur dengan pagu anggaran Rp20 miliar.

Rekanan yang memenangkan tender PT. Gelobal Systech Medica, PT. Penyeimbang Ratu Agung masing-masing 9 paket, PT. Cipta Varia Kharisma Utama 3 paket dan PT. Mitra Bahagia Citra Medica, PT. Era Surya Persada, PT. Thomsong Nirmala, PT. Prima Alkesindo Nusantara masing-masing 1 paket.

Kordinator Wilayah (Korwil) Badan Peneliti Independen (BPI) Bengkulu, Simarjon menyampaikan bahwa persoalan Alkes 2016 harus ada kepastian oleh Jajaran Polres Kaur ini dilanjutkan atau dihentikan biar publik tidak menduga-duga.

“Di Febuari 2017 Sat Reskrim Polres Kaur melalui Unit Tipikor telah melakukan pemanggilan terhadap rekanan penyuplai Alkes dan seluruh dukumen telah di minta oleh Unit Tipikor Kaur. Dan hasilnya masyarakat tidak tahu kelanjutan dari proses ini,” katanya, Jumat (7/9/2018).

Jika memang terbukti tidak ada Tindak Pidana Korupsi terhadap pengadaan Alkes ini, lanjutnya, maka mereka yang terlibat tidak harus bertanggung jawab.

Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Welli Wanto Malau SIK mengatakan akan mengkaji dulu masalah ini.

“Nanti coba saya cek dulu,” singkatnya. [Feri]