Sekarang Indonesia berada dalam keadaan yang sangat rawan. Terlalu banyak pimpinan kita yang bisa disogok, bisa dibeli. Akhirnya mereka tidak menjaga kepentinga rakyat, tidak mengamankan kepentingan rakyat, tetapi malah menjual negara kepada pemodal besar, bahkan kadang kepada bangsa lain.

“Sepanjang hidup saya, saya sudah keliling ke kabupaten di Indonesia. Di tahun 2014 saja, saya berkesempatan berkeliling ke ratusan kota dan kabupaten,” ujar Prabowo Subianto dalam buku Paradoks Indonesia.

Dilanjutkannya bahwa dimana-mana, rakyat sudah tidak tahan lagi. Terlalu banyak korupsi di Republik Indonesia ini. Semua proyek dikorupsi, semua orang disogok. Semua pemimpin kita mau dibeli dan mau disogok. Akhirnya tidak ada keadilan ekonomi bagi rakyat Indonesia. Tidak ada keadilan politik bagi bangsa Indonesia.

Indonesia, menurut pendapat Prabowo, sekarang ini ada di persimpangan jalan. Apakah cita-cita demokrasi ini akan dihijack, akan disandera oleh para kurawa?

Inilah pertarungan Indonesia saat ini. Perebutan antara Kurawa dan Pandawa. Mereka, para kurawa, hidupnya didorong oleh keserakahan. Mereka sudah punya kekuasaan, sudah punya harta banyak, tetapi selalu ingin lebih.

“Persetan itu, jutaan orang yang tidak punya pekerjaan. Persetan itu, para pedagang kecil. Persetan mereka semua. Saya maunya hanya perjuangkan kepentingan saya. Kelompok saya, keluarga saya, dinasti saya. ” demikian cara berfikir para Kurawa.

Dalam setiap perjuangan, ada Kurawa, ada Pandawa. Pandawa, the good guys, orang-orang yang baik, ada dimana-mana di Indonesia. Tetapi, saat ini jumlahnya saat ini belum banyak.

Prabowo menghimbau agar kekuatan rakyatlah yang bicara. Para Pandawa di Republik Indonesia tidak didukung oleh uang modal besar. Para Kurawa tidak suka dengan program para Pandawa/Kurawa tidak suka bahwa Pandawa ingin memberdayakan orang yang lemah, orang yamg miskin.

Mereka, para pemodal besar, dari bangsa Indonesia dan bangsa asing, tidak suka pada keinginan mereka-mereka yang hendak mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara. Mereka suka Indonesia yang lemah. Mereka suka Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang lemah.

Mereka ingin suatu pemerintahan boneka. Mereka ingin mengendalikan bangsa ini. Mereka ingin Indonesia dipimpin oleh pemerintah yang korup, oleh pemimpin-pemimpin dan pejabat-pejabat yang korup. Pemimpin-pemimpin yang bisa diatur oleh para Kurawa.

“Saya percaya, mereka tidak ingin gagasan-gagasan yang disampaikan para rakyat Indonesia. Mereka juga tidak ingin ada hadir di tengah rakyat Indonesia, pemimpin yang bicara apa adanya, dan memperjuangkan kemandirian negara Republik Indonesia. Mereka takut munculnya pemerintah yang bersih dan kuat di negara kita,” demikian Prabowo Subianto. [Mey Borjun]