Ilustrasi

Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gempa dengan Magnitudo 5,3 itu terjadi pada Selasa (11/8/2018) pukul 03.22 WIB.

Gempa tersebut menyebabkan warga di Kota Mataram berhamburan ke luar rumah karena khawatir bangunan roboh.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,41 lintang selatan dan 116,52 bujur timur.

“Pusat gempa berada di darat pada jarak 12 kilometer arah barat laut Kabupaten Lombok Timur, pada kedalaman 12 km,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.

Agus mengatakan, dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap) BMKG dan informasi masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara II SIG-BMKG (V MMI). Warga di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kota Mataram, juga merasakan getaran hingga IV MMI.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. BMKG juga menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Agus seperti dilansir dari Antara.

Dilansir dari Liputan6, berdasarkan data Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga 27 Agustus, rentetan gempa bumi berkekuatan di atas 6 hingga 7 Skala Richter yang terjadi sejak 29 Juli hingga 19 Agustus, menyebabkan sebanyak 564 orang meninggal dunia.

Bencana alam tersebut juga menyebabkan sebanyak 390.529 orang mengungsi. Selain itu, sebanyak 77.976 rumah dan ratusan tempat ibadah serta sekolah rusak berat. Kerugian diperkirakan mencapai Rp7,7 triliun. [Ivana]