Talk show Peran Madrasah Menyonsong Tantangan Revolusi Industri 4.0 di lantai 1 gedung Wisma Haji Bengkulu, Kamis (27/9/2018).

Talk show Peran Madrasah Menyonsong Tantangan Revolusi Industri 4.0 menjadi salah satu rangkaian kegiatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 yang digelar di Bengkulu. Talk show ini digelar di lantai 1 gedung Wisma Haji Bengkulu, Kamis (27/9/2018).

Acara Seminar Nasional ini dihadiri oleh ratusan peserta yang didominasi oleh guru, Kepala Madrasah dan Kepala Seksi Kesiswaan se-Indonesia peserta KSM.

Hadir sebagai narasumber pada talk show ini adalah pakar penerbangan, Prof. Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA dan Direktur KSKK Madrasah, Dr. A. Umar, MA.

Dalam sambutan dan arahannya, Dr. A. Umar, MA menyampaikan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat pendidikan dalam membentuk generasi kreatif, inovatif dan kompetitif. Optimalisasi dalam penggunaan teknologi sebagai alat bantu mendidik diharapkan dapat menghasilkan output yang bisa mengikuti atau merubah zaman menjadi lebih baik.

“Madrasah perlu meningkatkan kualitas lulusan yang sesuai dengan dunia kerja dan menyesuaikan dengan teknologi digital,” demikian disampaikan oleh Direktur KSKK Madrasah, Kamis (27/9/2018).

Para peserta tampak antusias mengikuti Talk Show ini.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa proses pembelajaran yang hanya menekankan pada pemikiran reproduktif, hapalan dan mencari satu jawaban yang benar dari soal-soal yang diberikan, sudah saatnya untuk ditinggalkan. Dan mestinya mulai beralih ke proses-proses pemikiran yang visioner termasuk berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini dikarenakan berpikir kreatif, inovatif dan produktif sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sedangkan Prof. Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA dalam pemaparan materinya mengungkap hal-hal yang menjadi kunci sukses dimasa revolusi industri.

“Teknologi, inovasi, dan kewirausahaan adalah kunci meraih kesuksesan dalam menyongsong revolusi industri dimasa mendatang,” tutur putra sulung pasangan Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun dihadapan para peserta talk show.

Berfoto bersama.

Oleh sebab itu, Ilham Akbar Habibie mengharapkan agar pendidikan madrasah mampu menjawab tantangan revolusi industri tersebut melalui tiga unsur penting, yakni aktor (para guru, tenaga kependidikan, stakeholder), lingkungan dan fasilitas.

“Guru, tenaga kependidikan dan pemegang kebijakan pendidikan madrasah harus update pengetahuan teknologi dan juga harus paham keagamaan dan wawasan kebangsaan, serta lingkungan dan fasilitas harus dibuat sedemikian kondusif agar peserta didik bisa belajar secara sehat,” ujarnya. [Nurhas Bunaida]