IST/Salah satu kekayaan Bengkulu, destinasi wisata Fort Marlborough.

Bengkulu, barangkali di luar sana tidak sedikit orang yang asing bahkan sama sekali belum pernah mendengar Bengkulu disebut. Sebagai warga Bengkulu tentu hal tersebut membuat sedikit tak nyaman, bagaimana bisa orang-orang tak tahu tempat Bung Karno pernah diasingkan?

Bagaimana bisa orang tak tahu bahwa Benteng terbesar di Asia Tenggara ada di Bengkulu? Nah, hal tersebut menjadi tugas warga provinsi Bengkulu untuk mengenalkan Bengkulu ke luar hingga manca Negara.

Kalau banyak yang bertanya apa saja istimewanya Bengkulu? Barangkali deretan hal menakjubkan di bawah ini akan membuat mereka paham.

1. Jejak Bung Karno di Bengkulu
Bengkulu amatlah istimewa, sebab Presiden pertama RI pernah menginjakkan kaki disini. Tak hanya itu saja, bahkan Bung Karno menjadi peran utama dalam mendirikan Masjid Jamik yang berdiri kokoh di jantung Kota Bengkulu.

Dan lebih dari itu, di Bengkulu lah Ir Sukarno bertemu Fatmawati dan menjalin kisah kasih dalam merajut dan menempuh kemerdekaan Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa Fatmawati lah yang menjahit Sang Saka Merah Putih.

2. Bunga Terbesar di Dunia ada di Bengkulu
Nah, Bengkulu terkenal dengan julukan The Land of Rafflesia, kenapa demikian? Pasalnya Rafflesia Arnoldii atau Padma Raksasa habitatnya ada di Bengkulu.

Padma raksasa ini bahkan sampai mempunyai diameter hingga 110 sentimeter. Tak heran jika bunga yang ada di Bengkulu ini yang dinobatkan sebagai yang terbesar di dunia bahkan tanggal 9 Januari lalu Google menampilkan bunga Rafflesia.

Pada 9 Januari 2018 lalu adalah ulang tahun ke-25 penetapan Rafflesia Arnoldii sebagai bunga Nasional Indonesia.

Selanjutnya spesies ini dikukuhkan penyebutannya sebagai Padma Raksasa yang merupakan puspa langka.

3. Wisata Alam yang memukau
Berada di bibir pantai membuat Bengkulu memiliki destinasi pantai yang memukau dan memang ada banyak sekali pantai di Bengkulu.

Pantai Panjang juga menjadi ikon Bengkulu, selain itu tersebar di kabupaten yang ada di Bengkulu masih ada banyak lagi pantai yang indah bahkan tak bisa dihitung dengan jari.

Dan pantai yang ada di Bengkulu keindahannya tak diragukan lagi, seperti Pantai Linau di Kaur, Pantai Pasar Bawah, Tapak Paderi dan lain sebagainya.

4. Kain Besurek khas Bengkulu
Ikon Bengkulu yang tak kalah menarik ialah Kain Besureknya. Kain ‘Besurek’ berasal dan merupakan kosakata dari dialek masyarakat Bengkulu. Kata tersebut berasal dari suku kata ‘be’ termasuk awalan dengan pengertian ‘ber’ dan ‘surek’ yang berarti ‘surat’ atau ‘tulisan’.

Terjemahan bebas dari kata ‘besurek’ adalah ‘bersurat’ atau ‘bertulisan’, dimaksud dengan istilah ‘Kain Besurek’, kain yang telah dipenuhi dengan surat atau tulisan berciri tulisan kaligrafi Arab.

Kata ‘surat’ adalah informasi tertulis. Namun pada istilah ‘Kain Besurek’ kata ‘surat’ tidak mempunyai makna tertentu. Hal ini merupakan ciri motif dan pembuatan kain besurek yang memang melalui proses membatik.

5. Sejarah Bengkulu
Sejarah Bengkulu dimulai sejak zaman kerajaan, penguasaan Inggris, lalu Belanda dan Jepang, sampai di masa kemerdekaan ketika pada 1968 Bengkulu pernah menjadi provinsi termuda, pemekaran dari provinsi Sumatera Selatan.

Ada beberapa kerajaan kecil di wilayah Bengkulu, masa itu kerajaan-kerajaan ada di bawah Kesultanan Banten, menjadi vazal, yaitu menjalin hubungan dalam bentuk dukungan militer, perlindungan bersama atau pemberian upeti, dan menerima jaminan dan imbalan tertentu sebagai gantinya.

Beberapa kerajaan tersebut ialah Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang.

Istimewanya Bengkulu tak hanya dari lima hal tersebut saja, masih ada banyak alasan Bengkulu sangat istimewa, seperti penyumbang emas untuk Monas juga dari Bengkulu, tempat wisata andalan tersebar di setiap kabupaten dan kota, dan lebih dari itu bahwamasyarakat di Bengkulu sangatlah ramah dalam menyambut tamu dari luar apalagi orang yang akan berkunjung dan berlibur di Bengkulu. [Eva De]