PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu melaksanakan program Jaksa masuk sekolah di SMPN 1 Kota Bengkulu, Senin (17/9/2018)

Kepala Kejari Bengkulu, Emilwan, mengatakan, program Jaksa masuk sekolah merupakan progran dari Kejaksaan Agung yang tentunya menyasar kepada peserta didik di sekolah sekolah dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik, terutama agar dapat paham terhadap hukum.

“Ini untuk memberikan pemahaman hukum supaya mereka nantinya sadar dan taat kepada hukum. Program ini kita laksanakan ditujukan kepada empat sekolah tingkat SMP di Kota Bengkulu dan untuk tahun ini baru kita laksanakan yang kita mulai dari SMPN 1 Kota Bengkulu,” ujar Emilwan.

Ia menilai animo peserta didik sangat luar biasa dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan. Selain itu, pihaknya memberikan arahan tentang bagaimana kesadaran diri terhadap ketaatan kepada hukum yang merupakan hal penting bagi anak anak sekolah supaya mereka kedepannya sebagai penerus bangsa bisa memahami dan taat kepada hukum.

“Dengan itu mereka anak anak sekolah yang merupakam penerus bangsa dapat menjaga diri, menjaga lingkungan, supaya mereka tidak terjerat dengan hukum, itu yang kita kedepankan. Kita juga melakukan dialog dengan para guru dan para siswa di aula SMP N 1 Kota Bengkulu untuk menanamkan hal tersebut,” kata Emilwan.

Diharapkan Emilwan dengan adanya Jaksa masuk sekolah juga dapat berpengaruh dengan belajar siswa semakin semangat karena kedepan persaingan semakin kompetitif. Selain itu agar para guru dalam mendidik memberikan kontribusi dalam pendidikan terhadap sekolah maupun pihak terkait dan tidak lagi ragu ragu untuk bekerja.

“Untuk para guru agar jangan lagi ada ketakutan, ketika bekerja yang seolah olah harus di periksa, harus di proses, sepanjang dia benar tidak akan menjadi masalah. Sudah menjadi kewajiban kita dan sudah ada tim pengawal dan pengaman pemerintahan dan pembangunan TP4 itu akan membatu mereka dalam bekerja agar tidak ada keraguan. Tetapi kita menyampaikan kalau ada oknum oknum yang berbuat salah tentunya kita akan berbuat tindakan secara refresif, tetapi dari awal kami mendampingi mereka supaya tidak menyimpang dari hal hal ata prilaku koruptif,” jelas Emilwan.

Tidak menutup kemungkinan kedepannya pihak Kejari akan melakukan program tersebut di tingkat SMP namun juga di tingkat Madrasah dan lainnya. [Ardiyanto]