Sugeng Djoko Susilo

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang dipimpin Sugeng Joko Susilo selaku ketua tim penilaian sidak karya sekaligus Inspektur IV Jaksa Agung Muda Pada Kejaksaan Agung RI, melakukukan penilaian terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang, yang telah diajukan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Bengkulu sebagai salah satu Kejari se Provinsi Bengkulu yang layak masuk nominasi Kejari percontohan.

“Kejari Kepahiang itu untuk wilayah hukum Kejati Bengkulu, masuk salah satu Kejari yang diusulkan masuk nominasi sidak karya. Kemarin kami tim sudah melakukan penilaian disana, ada beberapa item yang belum kita nilai, namun rata-rata sudah terpenuhi semua, sudah tersedia semua,” ujar Sugeng Djoko Susilo ketua tim penilaian sidak karya, di Kejati Bengkulu, Kamis (15/9/2018).

Ia menjelaskan, beberapa fasilitas dan beberapa ketentuan seperti yang diamanatkan oleh Undang Undang keterbukaan informasi publik, ada ruang keterbukaan informasi publik, ada meja informasi publik, ada petugasnya yang ditunjuk, dan begitu juga ruang PPH dan PPM serta yang lainnya sudah banyak yang terpenuhi.

“Tapi memang ada yang perlu disempurnakan,” ungkapnya.

Dijelaskan Sugeng, untuk secara persyaratan Kejari Kepahiang telah memenuhi syarat. Namun dalam kompetisi yang akan diikuti 16 Kejari seluruh Indonesia dan akan dinilai yang akan dipilih kembali menjadi 6 Kejaksaan.

“Semuanya ada 16 Kejari tipe A dan tipe B yang masuk dalam sidak karya. Itu nanti kita seleksi lagi dan akan kita pilih enam Kejari. Enam itu nanti mungkin perhitungannya nanti tipe A 1, 2, 3 dan tipe B 1, 2, 3. Nanti rencananya akhir tahun mungkin Oktober atau November itu sudah bisa di umumkan waktu kita pelaksanaan rakernas kejaksaan,” kata Sugeng.

Ia tak menampik baru pertama kalinya salah satu Kejaksaan yang ada di Provinsi Bengkulu masuk nominasi. Namun ia berharap agar nantinya tidak hanya di Bengkulu yang ikut masuk nominasi sebagai kejaksaan percontohan.

“Mudah-mudahan nanti tidak hanya Bengkulu saja. Bengkulu ini untuk pertama ini supaya bisa menjadi contoh supaya Kejari yang lain ikut berpacu untuk berbenah benah mengikuti jejak kejari Kepahiang,” harap Sugeng.

Setelah melakukan penilaian, Sugeng meninggalkan Kantor Kejati Bengkulu dan menuju bandara yang selanjutnya kembali ke Jakarta. [Ardiyanto]