PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menyambut baik serta mendukung penuh Jambore yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menyukseskan dan mengamankan tahun politik 2019 mendatang di Hotel Nala Kota Bengkulu, Kamis (27/9/2018).

Kejati Bengkulu yang diwakili Koordinator Pidana Khusus, Adi Nuryadin Sucipto mengatakan, Kejaksaan Tinggi selaku narasumber menyikapi masalah kepastian hukum, masalah ketidakadilan yang akan berimbas kepada kepuasan kebangsaan, sehingga kepada generasi muda bagaimana kedepan nasionalisme itu harus dibangun untuk menumbuh kembangkan kepuasan kebangsaan, membangun dari sisi pembangunan kedepan agar Provinsi Bengkulu bisa maju, sejahtera, adil dan makmur.

“Kita sebagai narasumber dari Kejati Bengkulu, itu bagaimana peranan mereka terhadap hukum dari segi pengawasan kebangsaan, jadi isi didalam materi itu bagaimana kita menykapi masalah kepastian hukum, terus masalah ketidak adilan yang akan berimbas kepada kepuasan kebangsaan, sehingga kepada generasi muda bagaimana kedepan nasionalisme itu, kita harus bangun untuk menumbuh kembangkan kepuasan kebangsaan membangun dari sisi pembangunan kedepan, agar Provinsi Bengkulu bisa maju, sejahtera, adil dan makmur. Tadi juga telah di kemukakan oleh sekretaris kesbangpol bahwa  kedepannya itu menyangkut agenda tahun 2019 sebagai tahun politik. Jadi bagaimana di tahun politik nanti untuk saling bahu membahu sebagai masyarakat, warga negara indonesia untuk menyukseskan tahun politik mendatang. Jadi tidak hanya TNI polri tetapi setiap warga negara diajak untuk kerjasama agar indonesia khususnya Provinsi Bengkulu bisa kondusif menuju tahun politik dan di tahun politik mendatang. Kita Kejaksaan tinggi menyambut baik dan harapannya agar kedepan lebih baik lagi,” ujar Adi Nuryadin Sucipto.

Sementara, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu, Drs. M. Rizal, mengatakan kegiatan jambore tersebut baru pertama kalinya digelar melingkupi wilayah kabupaten/Kota  se Provinsi Bengkulu, untuk menghadapi tahun politik yang akan datang guna menjaga keamanan ketentraman bersama.

“Peserta kita ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari ormas, mahasiswa, pelajar,  tokoh masyarakat, dan tokoh ulama yang ada di provinsi Bengkulu. Materi yang kita minta ini dari korem, dari kejaksaan dan penegak hukum lainya yang ada di provinsi Bengkulu. Nah kita nanti akan lihat dulu seberapa dampaknya yang di timbulkan oleh para peserta ini terhadap masyarakat. Jadi mereka mereka ini akan kita minta untuk memberikan respek kepada masyarakat agar tidak timbul gesekan yang bersifat negatif dengan tujuan memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI,” jelas M. Rizal. [Ardiyanto]