Alkisah pada zaman dahulu kala hiduplah seorang pengemis tua yang renta, pada suatu hari ia sedang berjalan menyusuri jalanan. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah benda. Ya! Ada sebuah tas kulit tergeletak di pinggir jalan, lalu pngemis itu menghampiri tas kulit tersebut. Pengemis itu membuka tas nya. Betapa terkejutnya ia, sebab rupanya tas itu berisi uang yang sangat banyak jumlah nya, yakni seratus dinar.

“Aku harus mengembalikan tas ini kepada pemiliknya. Kasihan sekali pemilik tas ini. Pasti ia sedang mecari-cari tas ini dan Ia juga membutuhkan uang ini,” ucap pengemis tua.

Pengemis tua pun berjalan sambil mencari pemilik tas tersebut melewati sebuah pasar. Di sana ada seorang lelaki yang berpenampilan terlihat kaya sedang memberikan pengumuman kepada orang-orang yang sedang berada di pasar, terkait tasnya yang hilang.

Lelaki kaya itu pun berjanji akan memberikan hadiah yang besar kepada siapa saja yang dapat menemukan tas miliknya tersebut. Rupanya tas yang dimaksud lelaki itu sangat lah mirip dengan tas yang ditemukan oleh si pengemis tua di jalanan. Mendengar hal itu, pengemis tua sangat senang, karena ia telah menemukan pemilik tas yang ia temukan. Ia pun langsung bergegas menghampiri lelaki kaya tersebut.

“Apakah tas ini yang kau maksud? Aku menemukannya di ujung jalan tadi tak jauh dari sini,” kata pengemis tua.

“Ya, benar sekali! Ini tasku.” ucap lelaki itu, dengan sangat girang. Ia segera memeriksa isi tasnya. Uang miliknya masih tetap utuh. Namun, Terbesit niatan jelek di fikiran nya, ia memiliki niat licik kepada si pengemis tua yang tekah menemukan tas nya itu.

“Ini memang tasku, tetapi kenapa uangku berkurang seratus dinar? Harusnya di tas ini ada uang dua ratus dinar.” seru si lelaki kaya, dengan berpura-pura marah.

“Sungguh aku tak mengambil sedikit pun uang yang ada di tas itu. Meskipun aku seorang pengemis, tapi pantang bagiku untuk mengambil milik orang lain,” ucap si pengemis tua.

Namun, si lelaki kaya itu tetap saja mempermasalahkan hal itu dan kemudian ia membawa si pengemis tua ke pengadilan. Sesampainya di pengadilan, lelaki kaya pun menceritakan semua masalahnya kepasa hakim. Lalu hakim pun berpikir sejenak sambil memahami inti permasalahan yang dijelaskan lelaki kaya itu.

“Baiklah, sekarang aku ingin bertanya,” ujar hakim kepada si lelaki kaya. “Kau bilang uang yang ada di tasmu ada dua ratus dinar. Apakah benar?”

“Ya, benar, namun setelah tas saya dikembalikan oleh si pengemis tua itu tinggal tersisa seratus dinar,” ucap si lelaki kaya, dengan mantap. Lalu hakim pun kembali bertanya kepada lelaki kaya

“Berarti tas ini bukan milikmu, sebab di dalam tas ini hanya ada seratus dinar, bukan dua ratus dinar yang engkau maksudkan,” ucap hakim

Si lelaki kaya terperangah tidak dapat berkutik lagi. Ia tidak mampu lagi menyangkal pernyataan dari hakim, sebab bagaimanapun juga ia telah berbohong. Kemudian ia pun mengakui semua perbuatannya kepada hakim. Ia meminta maaf kepada hakim, lalu memberikan hadiah kepada si pengemis tua yang telah menemukan tas nya itu. karena ia telah berjanji akan memberikan hadiah bagi siapa pun yang menemukan tas nya itu. [Mitha]