IST/Gilang Dirga dan istri

Anak atau buah hati yang terlahir ke dunia dengan selamat dan sehat, merupakan dambaan tiap pasangan suami-istri. Hal ini juga yang didambakan oleh presenter Gilang Dirga dan istrinya, Adiezty Fersa yang telah menikah dua tahun lamanya.

Dilansir dari Liputan6, beberapa waktu lalu, Adiezty kembali mengalami keguguran untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya terjadi di akhir tahun 2016.

Kondisi yang dialami oleh Adiezty Fersa, bisa saja terjadi pada wanita hamil lainnya. Untuk itu, setiap calon ibu perlu mengenali penyebab keguguran untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Melansir KlikDokter, keguguran sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Sebagian besar (>50%) kasus keguguran diakibatkan oleh kelainan kromosom pada embrio. Kelainan kromosom ini terjadi akibat kerusakan sperma atau sel telur, atau akibat pembelahan zigot setelah pembuahan yang terganggu.

Apabila keguguran terjadi di trimester kedua (minggu ke-14 sampai minggu ke-26), ada kemungkinan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penyakit atau kondisi kesehatan si ibu. Tak hanya kelainan kromosom janin, risiko keguguran bisa menjadi tinggi apabila si ibu memiliki faktor-faktor sebagai berikut:

– Memiliki penyakit kronis jangka panjang, misalnya diabetes atau tiroid

– Memiliki struktur rahim yang tidak normal

– Usia ibu di atas 35 tahun

– Terkena infeksi penyakit tertentu, antara lain toksoplasmasis dan malaria

– Mengonsumsi obat-obatan yang tak baik untuk janin, contohnya retinoid dan obat anti-inflamasi nonsteroid

– Kelebihan atau kekurangan berat badan

– Mengonsumsi kafein berlebihan

– Merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang

– Pernah mengalami keguguran lebih dari 3 kali

– Mengalami kehamilan ektopik

Pada kondisi kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan, ibu hamil berisiko mengalami perdarahan dalam. Gejala yaitu nyeri perut parah dan tidak kunjung sembuh, keluarnya darah pada vagina, serta nyeri bahu, pusing, dan limbung.

Sementara itu, gejala keguguran kerap kali muncul dan hilang, sehingga membuat ibu hamil tak langsung memedulikannya. Apalagi perdarahan ringan umum terjadi pada kehamilan usia di bawah 12 minggu. Untuk itu, jika mengalami hal-hal di bawah ini, segera konsultasikan kepada dokter kandungan.

– Munculnya bercak darah pada vagina, bisa sedikit atau banyak, dan kadang berupa lendir kecoklatan

– Kram dan nyeri perut bagian bawah

– Keluarnya jaringan dari vagina

– Tak lagi mengalami gejala-gejala kehamilan seperti mual

Pada dasarnya, dokter perlu menyelidiki terlebih dulu apa penyebab keguguran pada kehamilan sebelumnya, misalnya kemungkinan adanya infeksi TORCH. Sebab, infeksi TORCH bisa menyebabkan gangguan perkembangan janin yang berdampak pada terjadinya keguguran.

Beda halnya jika ada kelainan kromosom pada janin. Penyebab keguguran yang satu ini memang belum bisa dicegah.

Berdasarkan penjelasan dari Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil lagi dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin B dalam jumlah yang cukup serta asam folat sebanyak 400 mg per hari supaya bisa mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Selama kehamilan, upayakan juga tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang melelahkan, istirahat yang cukup, dan hindari berhubungan intim saat hamil muda.

Selain itu, urungkan dulu niatan untuk membeli obat penguat kandungan. Sebab, obat tersebut tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa resep dokter dan hanya bisa diberikan bila terdapat indikasi tertentu.

Setiap wanita yang baru saja mengalami keguguran pasti akan mengalami guncangan mental. Untuk itu, berikanlah dukungan, ajak ia untuk berkonsultasi dengan dokter, beristirahat dengan cukup, serta tetap berolahraga secara rutin untuk melancarkan peredaran darah dan meningkatkan produksi hormon bahagia.

Tak hanya itu, memperbanyak konsumsi air putih, mengatur asupan sehat serta mengendalikan emosi juga sangat disarankan bagi ibu hamil untuk mencegah keguguran seperti yang dialami Adiezty, istri dari presenter Gilang Dirga. Selama masa kehamilan, lakukanlah pemeriksaan sercara rutin untuk mengetahui perkembangan kesehatan diri dan janin. [Ivana]