PedomanBengkulu.com, Seluma — Pasca Ketua DPRD Kabupaten Seluma Husni Thamrin ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolda Bengkulu terkait kasus dugaan korupsi proyek Jalan Nanti Agung-Dusun Baru, Kabupaten Seluma, roda pemerintahan tetap berjalan normal.

Wakil Ketua II DPRD Seluma, Okti Fitriani mengatakan untuk roda pemerintahan di Kabupaten Seluma tidak ada kendala dan hambatan.

“DPRD kan ada tiga dan untuk saat ini tidak ada hambatan, kinerjanya seperti biasa tidak ada yang berubah. Sementara untuk kepemimpinan saat rapat seperti paripurna apabila satu orang ada halangan maka dapat di wakilkan karena menurut undang undang regulasinya ada. Jadi tidak ada pembedaan antara dua pimpinan lain dengan ketua mau itu rapat paripurna maupun rapat biasa jadi tidak ada hambatan,” ujar Okti, Sabtu (8/9/2018).

Dijelaskan Okti, sementara untuk pihak partai yang bersangkutan dengan Ketua DPRD Husni Thamrin, saat ini belum ada pengajuan untuk calon Pengganti Antar Waktu (PAW).

“Kita menunggu saja karena PAW itu kewenangan dan hak masing-masing partai. Jadi apa nanti mau diganti atau tidak disitu kita tidak ada campur tangan pada prinsipnya kita menunggu saja. Siapa yang mau menggantikan sesuai mekanismenya,” kata Okti.

Menurutnya untuk kejadian tersebut pihaknya akan menunggu dan mempercayakan proses hukum yang ada. Selain itu, ia turut prihatin atas kasus yang menjerat Ketua DPRD Seluma yang merupakan harapan untuk ikut membangun Seluma.

“Kita menunggu proses hukumnya, bersalah atau tidak kita tidak boleh menghakiminya. Jadi nanti sampai putusan hukum yang ditetapkan pihak penegak hukum, kalau tidak bersalah ya alhamdulillah, tapi kalau bersalah ya saya fikir itu konsekuensi hukum pasti ada. Kita ikut prihatin karena ketua kita tersangkut hukum. Beliau masih muda dan salah satu putra yang diharapkan bisa membangun Kabupaten Seluma, dan kita menyayangkan itu,” tandas Okti. [Ardiyanto]