Peluncuran buku Langkah Kecil dalam Lorong Mimpi di Toko Buku Gramedia lantai dua Mega Mall Bengkulu, Minggu (30/9/2018).

Peluncuran Buku Langkah Kecil dalam Lorong Mimpi Sukses Digelar

Book launching atau peluncuran buku Langkah Kecil dalam Lorong Mimpi yang diselenggarakan People Publisher, Komunitas Menulis Bengkulu (KMB) dan Gramedia Bengkulu di lantai dua Mega Mall Bengkulu berlangsung sukses, Minggu (30/9/2018).

Ratusan millenial yang gandrung dengan literasi ikut menyemarakkan kegiatan ini. Acara ini juga diisi dengan pendatanganan kerjasama penerbitan karya-karya literasi antara KMB dengan media siber Pedoman Bengkulu.

General Manager Gramedia Bengkulu A Tinton Bhara Tama mengapresiasi langkah People Publisher dan KMB yang telah melahirkan para penulis berbakat di Bengkulu.

“Semoga ini menjadi langkah awal yang baik sehingga kedepan lebih banyak lagi penulis-penulis Bengkulu yang terlahir dengan karya-karya mereka yang orisinil,” kata Bhara memberikan sambutan.

Apresiasi yang sama disampaikan oleh Pimpinan Redaksi Pedoman Bengkulu, Muammar.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan KMB dan People Publisher dengan penerbitan buku saat ini memang langkah kecil, tapi memiliki arti dan makna yang besar untuk kemajuan literasi di Bengkulu.

“Persoalan kecintaan akan literasi ini di Bengkulu, bahkan di Indonesia, merupakan persoalan yang krusial. Minat baca millenial kita rendah, bahkan masuk jajaran terendah di dunia. Apa yang dilakukan KMB dan People Publisher ini merupakan terobosan besar di Bengkulu,” ungkap Mummar.

Buku ‘Langkah Kecil dalam Lorong Mimpi’ merupakan karya dari 20 orang penulis dari Bengkulu yang tergabung ke dalam KEC Writer, sebuah kumpulan yang berkomitmen memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan peradaban yang ada di daerah Bengkulu.

“Buku yang terdiri dari 20 cerpen ini terdapat 3 jenis pengalaman menarik yaitu usaha kecil para pelajar untuk mencapai perbaikan dalam pendidikan, usaha untuk lepas dari keterpurukan jiwa dan jodoh bagi remaja putri, serta usaha mempertahankan eksistensi budaya yang mulai di tinggalkan,” ujar Indah Syoraya, Direktur People Publisher.

Acara ini diisi dengan diskusi mengenai motivasi kepenulisan dan disemarakkan oleh penampilan band DC Alfine asal Rejang Lebong yang memainkan lagu-lagu pop dengan elegan. [Gayatri Sukarti]