Ilustrasi

Liburan memang menjadi hal yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu, apalagi liburan akhir pekan bersama keluarga. Merencanakan liburan entah liburan hanya sekadar berbelanja atau jalan-jalan di mall, sah-sah saja. Namun tahukah jika berwisata alam ternyata lebih bermanfaat bahkan untuk anak-anak sekalipun?

Kebanyakan orang lebih suka yang simple-simple saat liburan, sekedar main ke mall atau berwisata kuliner keliling kota dirasa cukup. Padahal liburan seperti itu justru lebih cenderung meningkatkan daya belanja. Orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta umunya mengisi liburan mereka ke kota yang dekat seperti Bandung, Bogor atau Kepulauan Seribu. Orang yang terbiasa hidup di tengah kota liburan untuk refreshing dan menghilang dari hingar bingar kota besar, jadi lebih memilih tempat yang sepi dan jauh dari keramaian kota dengan berwisata alam.

Wisata Alam ternyata menyimpan banyak manfaat, khususnya untuk perkembangan mental anak. Selain anak-anak lebih mengenal alam, secara tidak langsung dapat menghindarkan anak dengan hidup hedon/materialisme yang cenderung berdampak negatif. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut manfaat berwisata alam bagi anak-anak.

Melatih Komunikasi

Dibanding dengan wisata non alam, tentu dengan liburan wisata alam anak-anak akan lebih sering berhubungan sama orang yang baru mereka temui. Dengan ini, akan terlatih untuk berkomunikasi dengan orang baru di luar kehidupan mereka sehari-hari. Mereka akan tahu bahwa masih banyak orang yang hidup di luar sana dengan kultur, bahasa, dan karakter yang berbeda.

Lebih Mengenal Geografi

Selama ini mungkin anak-anak tahu tempat wisata misalnya Tangkuban Perahu hanya sebatas sejarah yang mereka pelajari di sekolah atau tahu hanya lokasi dalam peta. Nah, dengan berkunjung langsung, anak-anak akan langsung menuju tempat tersebut, mengenal iklim di tempat wisata tersebut, mengenal budaya, penduduk dan hal lain dari tempat wisata tersebut.

Mendekatkan Emosional

Salah satu cara untuk mendekatkan emosional adalah dengan liburan bersama, terlebih dengan wisata alam. Cobalah sedikit bermain dengan anak-anak saat berwisata alam, entah mendayung, mendaki gunung, snorkeling atau bermain-main lainnya. Secara psikologis ini bisa lebih mendekatkan diri dengan anak-anak dan keluarga.

Belajar Tanggung Jawab

Sebelum berwisata alam, cobalah membiarkan anak-anak mempersiapkan perlengkapan liburan mereka sendiri. Anak-anak cenderung lebih prepare jika tahu kalau mereka hendak berwisata alam, dengan ini akan tahu tanggung jawab mereka khususnya untuk diri mereka sendiri di saat-saat akan berangkat berwisata.

Belajar Kehidupan

Berwisata alam berarti anak-anak langsung terjun ke lingkungan sekitar. Banyak yang bisa dipelajari dari sini, mereka akan belajar survive, mereka sadar bahwa kita hidup butuh bantuan orang lain tak peduli asal mereka. Anak-anak juga akan melihat kenyataan apa yang terjadi pada masyarakat yang tidak mereka temui di lingkungannya, mereka akan lebih menghargai dan pengalaman ini akan mereka bawa hingga dewasa.

Menjauhkan Diri dari Pola Hidup Materialis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Wisata Alam akan menjauhkan anak dari pola hidup materialis yang menghabis-habiskan uang dan itu tidak baik untuk perkembangan anak karena mendidik anak untuk terbiasa dengan kehidupan glamour dan sifat manja. Coba saja ketika mengajak anak-anak ke mall, akan ada rengekan minta ini dan itu ketika anak melihat toko mainan. Jika di wisata alam hal itu jarang terjadi bukan?

Pengalaman Lebih Nyata

Satu lagi, dengan berwisata alam, anak-anak akan mempelajari langsung dan mengeksplorasi hal-hal langsung dari alamnya. Mereka akan tahu perbedaan lingkungan misalnya panas di pantai, dingin di pegunungan, sejuk di pedesaan. Anak-anak akan merasakan sensasi alam dan isinya langsung dengan inderanya.

Jadi wajib sebelum memutuskan untuk berwisata alam, sebaiknya memilih tempat yang berbeda dengan daerah tempat tinggal. Untuk warga Bengkulu sendiri misalnya dapat jalan-jalan ke Curup atau Lebong dan tempat wisata alam lainnya.

Jangan lupa sepulang dari liburan, tanyakan pada anak-anak kesan-kesannya selama liburan. Biarkan anak yang bercerita sesuai pengalaman yang dialami, ini berguna juga untuk menentukan wisata alam mana yang selanjutnya akan dikunjungi. [Eva De]