Jika kembali ke tahun 2000-an, mungkin terngiang-ngiang dengan lagu Avril Lavigne yang sedang tenar dan populer saat itu.

Baru-baru ini, penyanyi aliran pop rock asal Kanada ini baru saja menyatakan bahwa ia akan merilis album terbarunya. Bagi penggemarnya, hal ini tentu menjadi berita yang menggembirakan, tapi bersamaan dengan berita itu, Avril Lavigne juga memberi tahu dunia bahwa saat ini ia masih berjuang melawan penyakit lyme disease.

Lyme disease yang telah diidapnya sejak 2012 lalu, membuat Avril Lavigne harus terbaring di tempat tidurnya selama berbulan-bulan. Kini, Avril Lavigne menyatakan bahwa ia menerima kondisinya saat ini dan masih berjuang untuk sembuh.

Melansir Hello Sehat, penyakit lyme yang diderita Avril Lavigne ini memang lebih sering ditemukan di daerah Inggris, beberapa bagian di benua Eropa, serta Amerika Utara. Lyme disease adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu.

Ada beberapa jenis bakteri lain yang bisa menyebabkan lyme disease ini, yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii dan Borrelia garinii. Bakteri-bakteri tersebut bisa ditemukan di berbagai wilayah di seluruh dunia, tapi untuk wilayah Asia sendiri, bakteri Borrelia afzelii dan Borrelia garinii yang menjadi penyebab utama lyme disease.

Ketika seseorang digigit oleh kutu kaki hitam, bakteri yang ada di dalamnya akan langsung menyebar ke seluruh organ tubuh, dari mulai sistem saraf, otot, sendi, bahkan hingga jantung.

Umumnya, untuk bisa menularkan bakteri penyebab lyme disease, kutu harus menempel pada kulit selama 36 sampai 48 jam. Hingga saat ini belum ada bukti bahwa penyakit infeksi ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Gejala lyme disease akan muncul sekitar 3 sampai 30 hari setelah digigit kutu kaki hitam. Gejala awal yang paling mudah dikenali adalah timbul kemerahan dan peradangan pada kulit yang lama-kelamaan menyebar.

Sebagian besar orang yang mengalami lyme disease, tidak merasakan sakit atau gatal pada area kulit yang ruam. Namun ruam kulit yang disebabkan oleh lyme disease ini memiliki bentuk yang khas, yaitu terlihat menyebar tapi memudar di bagian tengah, seperti bentuk target sasaran.

Namun, ada banyak gejala awal yang bisa Anda kenali ketika terkena infeksi bakteri penyebab penyakit lyme ini, yaitu:

– Demam
– Sakit kepala
– Nyeri otot dan sendi
– Leher kaku
– Kelelahan
– Pembengkakan pada kelenjar getah bening

Meski terdengar menyeramkan, lyme disease dapat disembuhkan total. Untuk mengatasi penyakit infeksi ini, dokter akan memberikan berbagai antibiotik.

Waktu pengobatan yang diperlukan yaitu sekitar 2 sampai 4 minggu. Tentu saja hal ini tergantung dengan tingkat keparahan lyme disease yang dialami. Semakin parah, semakin lama waktu pengobatan yang dibutuhkan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa sakit yang biasanya dialami oleh pengidap lyme disease, seperti ibuprofen.

Setelah hilang, gejala bisa timbul lagi selang hitungan bulan bahkan tahun. Gejala yang biasanya timbul yaitu, nyeri otot dan kelelahan. Bila gejala timbul lagi dikemudian hari, segera periksakan diri ke dokter. [Ivana]