Sebagai salah satu penyebab kematian di dunia, kanker jelas ditakuti masyarakat awam. Untuk melakukan pencegahan sejak dini, Anda perlu mengetahui apakah Anda memiliki faktor-faktor risiko yang sudah dijelaskan di atas.

Selain itu Anda juga harus menjaga asupan makanan, karena beberapa jenis makanan rentan menjadi pemicu munculnya kanker otak.

Melansir KlikDokter, berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang rentan memicu kanker otak:

1. Makanan yang berjamur

Aflatoksin merupakan metabolit dari beberapa jenis jamur, salah satunya Aspergillus flavus. Jamur ini dapat menjadi parasit pada kacang, pohon kacang, dan biji-bijian.

Bahayanya, hewan yang makan biji-bijian yang mengandung jamur tersebut, dagingnya juga akan mengandung aflatoksin. Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui yang mengonsumsi kacang yang mengandung aflatoksin, sehingga ASI yang mengandung jamur dapat masuk ke tubuh bayi.

Pada penelitian yang dilakukan oleh May Beth Terry dari Columbia University Mailman School of Public Health, konsumsi biji-bijian akan meningkatkan risiko tumor otak tipe glioma. Penelitian yang dilakukan di laboratorium ini membuktikan aflatoksin dapat menyebabkan kanker hati pada tikus, hewan primata, dan ikan.

2. Alkohol

Konsumsi alkohol berhubungan dengan timbulnya beberapa jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker laring, kanker faring, kanker esofagus, kanker payudara, kanker hati, termasuk kanker otak. Risiko kanker akan meningkat apabila dosis alkohol yang dikonsumsi semakin banyak, apalagi disertai konsumsi tembakau.

3. Daging dan telur yang terkontaminasi limbah

Dioksin berhubungan dengan adanya kanker hati, kanker tiroid, kanker saluran cerna atas, kanker kulit, kanker paru, kanker otak dan limfoma non-Hodgkin’s. Dioksin sebenarnya didapatkan dari sumber makanan yang terkontaminasi oleh limbah medis, limbah kota, peleburan logam, dan manufaktur kimia. Zat ini larut dalam lemak, sehingga bisa ditemukan pada makanan yang mengandung lemak seperti daging dan produk peternakan lainnya seperti telur.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Terry, konsumsi telur akan meningkatkan risiko terkena kanker otak tipe glioma. Sedangkan pada penelitian Saneei menyatakan konsumsi daging akan meningkatkan risiko tumor otak tipe glioma.

4. Ikan asin dan sayuran terlalu asin

Ikan asin mengandung N-nitrosodimethylamine dan komponen N-nitroso. Profesor Jiankun Hu dari University of New South Wales menyebutkan dalam studinya, konsumsi sayuran asin akan meningkatkan risiko kanker otak tipe glioma dan meningioma.

5. Makanan yang dibakar atau diasap

Sebanyak 15 jenis hidrokarbon aromatik polisiklik dilapotkan memiliki efek karsinogenik, atau memicu kanker, termasuk diantaranya benz[a]anthracene dan benzo[b]fluoranthene. Hidrokarbon aromatik polisiklik bisa didapatkan dari asap rokok, asap kebakaran, dan asap lainnya. Sumber makanan yang terkontaminasi hidrokarbon aromatik polisiklik diantaranya adalah makanan yang diasap dan dibakar.

Dalam jumlah kecil, hidrokarbon aromatik polisiklik juga ditemukan pada minyak, kopi, dan sosis. Penelitian pada hewan membuktikan, hidrokarbon aromatik polisiklik dapat memicu kanker lambung, paru, hati, rahim, kandung kemih, kulit, hingga otak.

6. Makanan yang tercemar udara

Biasanya makanan terkontaminasi oleh udara yang tercemar, seperti pada asap rokok, asap kebakaran, dan produksi asap pada industri akan lebih berisiko menyebabkan kanker otak.

Pemaparan di atas menunjukkan bahwa ada banyak makanan olahan (diasinkan atau diasap) serta makanan tercemar yang rentan memicu kanker. Oleh karena itu, sedapat mungkin perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran. [Ivana]