Malam puncak KSM pukul 20.00 WIB di Gelanggang Olahraga Sawah Lebar Bengkulu.

Apresiasi adalah tanda penghargaan atas prestasi. Bentuknya beragam dari mulai memberikan pujian hingga disimbolkan dalam benda semisal piala dan medali, seperti pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional tahun 2018 yang menempatkan Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah.

Pada malam puncak KSM pukul 20.00 WIB, sebanyak 132 medali dianugerahkan kepada para siswa madrasah berprestasi. Bertempat di Gelanggang Olahraga Sawah Lebar Bengkulu.

“Ada tiga mata lomba, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Madrasah Young Reseacher SuperCamp (MYRES), dan Expo Madrasah. Masing-masing disediakan medali emas, medali perak, dan medali perunggu,” Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Dirjen Pendis, Abdullah Faqih, Jum’at (28/9/2018).

Lebih lanjut disampaikannya, Panitia KSM juga memberikan penghargaan berupa dana pembinaan kepada para juara. Rinciannya, peraih medali emas akan mendapatkan Rp 7 juta, peraih medali perak Rp 5 juta, dan peraih medali perunggu Rp 4 juta.

Ada pula penghargaan tambahan untuk setiap mata lomba. Untuk kategori The Best Over All, yakni juara yang memiliki nilai tertinggi untuk dua uji kompetisi teori dan eksperimen atau eksplorasi. Kategori dua, The Best Theory, yakni siswa yang memeroleh nilai teori tertinggi. Sementara kategori terakhir ialah The Best Eksperiment, yakni penghargaan terhadap siswa madrasah yang memeroleh skor eksplorasi sains tertinggi.

“Kepada ketiga juara berdasarkan kategori tadi, masing-masing akan diberi dana pembinaan sebesar Rp 6 juta,” ungkapnya.

Tampak Plt Gubernur Rohidin Mersyah.

Sementara itu, bagi seluruh peserta KSM akan mendapat dana pembinaan pula, masing-masing Rp 1,5 juta. Mereka terdiri dari para siswa Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD), Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP), dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA).

“Sebab, seluruh peserta adalah juara. Keikutsertaan mereka di tingkat nasional KSM telah melewati serangkaian kompetisi di masing-masing daerah,” kata Abdullah.

KSM merupakan perhelatan tahunan sejak 2012 yang diinisiasi Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam. Ini merupakan ajang pengembangan minat dan bakat siswa madrasah dalam mengembangkan keilmuan di bidang sains.

Melalui kompetisi tersebut, siswa madrasah akan berlatih meningkatkan daya nalar, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis lantas mengaplikasikannya dalam kehidupan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menguatkan budaya belajar, meneliti, dan berkompetisi di antara para pelajar madrasah. [Nurhas Bunaida]