Pedomanbengkulu.com, Kaur – Sidang Sengketa Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Ligeslatif Kabupaten Kaur di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaur hari ini, Kamis (27/09/2018) Pukul 14.00 WIB.

Untuk diketahui sengketa ini terjadi terkait Putusan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaur Tentang Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) pada 20 September 2018 lalu.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kaur Melaporkan KPUD Kaur ke Bawaslu.

Yang menjadi dasar laporan DPD Partai Amanat Nasional Kaur adalah dicoretnya salah satu Bacleg DPRD Kaur Dapil II Kaur yang terlibat sebagai anggota PPS Desa Pasar Jumat, Kecamatan Nasal.

Akibat dicoretnya Bacaleg Partai PAN atas nama Rihaini karena kuota Perempuan 30 persen otomatis harus dua orang Bacaleg Dapil II yang mundur.

Proses mediasi Sengket Daftar Calon Tetap (DCT) di Bawaslu Kaur menuai jalan buntu dan akn dilanjutkan besok, apabila tidak ada kesepakatan maka akan di lanjutkan ke sidang Ajudikasi.

Sidang Ajudikasi ini dilakukan selama 10 hari kerja. Kuasa Hukum DPD Partai Amanat Nasional Kaur, Arjus Purnama, SH. mengatakan bahwa saat ini belum ada titik temu dalam mmedias.

“Kedua belah pihak masih mempertahankan argumen dan pendapat masing-masing, PAN sebagai pemohon ttentunya berharap apa yang menjadi tuntutan dapat dikabulkan,” ujar mantan Ketua KPUD Kaur.

Terkait sengketa ini, Komisioner KPUD Kaur dan Bawaslu Kaur, belum dapat memberikan keterangan.

Anggota Komisioner KPUD Kaur, Radius saat diwawancarai Jurnalis Pedoman Bengkulu belum bisa memberikan keterangan. “silakan ke Bawaslu aja,” singkatnya. [Feri]