Ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Aliran Listrik lokasi wisata air mancur dan rumah makan terapung Danau Mas Harus Bastari belakangan diputus paksa oleh PT PLN Rayon Curup. Pemutusan dilakukan lantaran telah menunggak pembayaran hingga 8 bulan dengan total tunggakan Rp37 juta.

“Kita tidak akan tebang pilih dalam melakukan tindakan,” tegas Kepala PLN Rayon Curup, Khaidir Nasir, Rabu (5/9).

Dijelaskan Khaidir, sebelum melakukan pemutusan, PT PLN Rayon Curup telah melakukan koordinasi dan melayangkan surat pemberitahuan kepada Dinas Pariwisata Rejang Lebong untuk segera menuntaskan permasalahan ini. “Sayangnya, hingga saat ini belum ada titik terang atau solusi untuk melakukan pelunasan pembayaran tunggakan tersebut. Jadi kami ambil tidakan tegas pemutusan sementara ini,” ujar Khaidir.

Dilain sisi, Khaidir mengaku jika selain air mancur dan rumah makan terapung DMHB, masih ada sejumlah sumber tunggakan lain yang nilainya terbilang besar. Diantaranya, Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perinduatrian Rejang Lebong, RSUD Curup Dwi Tunggal, lokasi Ruang terbuka publik (Los Pedagang setia negara) serta sejumlah pelanggan di kawasan Lembak dengan total seluruh tunggakan mencapai rp 3,4 Milyar.

“Penyumbang tunggakan terbesar yaitu dari pelanggan Lembak mencapai rp 2 milyar. Sisanya ya dinas dinas tersebut,” tukas Khaidir.

Atas kondisi tersebut, Khaidir menghimbau agar Warga serta Organisasi Perangkat Daerah yang ada agar kooperatif membayar tagihan listrik tepat waktu. “Sehingga, tindak tegas berupa pemutusan aliran listrik tidak kami lakukan terhadap para pelanggan,” ujar Khaidir. [Ifan Salianto]