PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Yudisium  mahasiswa berbagai momen kebahagiaan yang patut dan pantas untuk disyukuri. Terkadang dalam momen tersebut, kita ingin menunjukkan rasa syukur kita baik dalam bentuk perayaan sederhana maupun perayaan yang membutuhkan sedikit dana, Jumat (7/9/2018).

Tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang boneka dan buket bunga, seperti yang dijumpai di kawasan Unihaz, Depis Putra warga kelurahan pengantungan suka merindu.

Menurut Depis Putra, salah satu penjual boneka Yudisium dan buket bunga ini meningkat pejualannya, harga satuan yang paling kecil dengan harga Rp5 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung hiasan dan ornamen bunga tersebut. Dengan minat pembeli yang cukup berantusias dan dengan lokasi yang dekat dengan kampus maka dari itu tidak jauh-jauh ke tempat lain.

“Alhamdulilah meningkat sejak bulan Juni hingga sekarang mencapai 60-70% dari biasanya, ditambah lagi habis yudisium kan wisuda,” tandasnya.

Menurutnya, warna bunga yang paling laris dibeli konsumen adalah warna-warna seperti merah, putih, dan merah muda.

“Warna-warna mawar sih mba, merah, putih, terus pink juga. Paling banyak kejual tuh merah, kali karena merah tu tanda sayang ya, gak tahu juga sih saya kenapa,” paparnya.

Setangkai bunga saat Yudisium dipercaya mampu menciptakan keakraban dalam bingkai persaudaraan, bahkan setangkai bunga yang diberikan saat wisuda mampu mengatakan segala hal yang selama ini mungkin tak sanggup tersampaikan.

Memberikan ucapan selamat berupa bunga pada acara wisuda seakan telah menjadi tradisi yang tak lekang oleh waktu, begitu halnya yang dirasakan oleh mahasiswa yang melaksanakan yudisium. [Mey Borjun]