PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sehubung dengan adanya berita pencabutan Permenhub nomor 108 tahun 2017 oleh MA, membuat Blangkon selaku Ketua Komunitas ‘SASPAL’ Grab Bike angkat bicara mengenai berita yang kemarin sempat menjadi angin segar bagi para Driver Online, lantaran dalam beberapa pekan lalu tidak memiliki titik terang atas kerusuhan antara Grab dan Angkutan umum.

Saat di konfirmasi oleh media, Blangkon menyampaikan harapan bahwa mereka sedikit legah dengan adanya pengumuman dari Menhub tersebut, mereka merespon positif.

“Semoga berita tersebut, berlaku juga di Kota bengkulu,” ujar Blangkon, Jumat (14/09/18).

Untuk sementara waktu para Driver Grab Bike ini masih tetap beroperasi namun tidak menggunakan atribut Grab pada saat bekerja. Guna menjaga keamanan bersama.

“Harapan kami dari Driver Online agar pemerintah ambil andil untuk kami secara hukum yang bijak, kami sebagai rakyat Indonesia ingin mendapatkan kehidupan yang layak dan hak untuk pekerjaan,” tambah Blangkon.

Mengingat Menhub membuat Permenhub baru Nomor 108 yang kembali digugat, yang dimana Permenhub 108 itu mengatur tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Ada juga beberapa pasal yang merupakan pemuatan ulang materi muatan norma yang telah dibatalkan oleh Putusan Nomor 37/P HUM/2017, pada 20 Juni 2017, dan/atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan karenanya tidak sah dan tidak berlaku umum. [Yoma Zulkarnain]