Kita sebagai bangsa harus segera capai pertumbuhan ekonomi dua digit, atau pertumbuhan diatas angka 10% secara berkelanjutan. Karena hanya dengan pertumbuhan dua digit selama 10 tahun berturut-turut, yang diawali dengan pertumbuhan rata-rata 7% selama 5 tahun, Indonesia bisa keluar dari suatu kondisi yang dinamakan middle income trap.

Middle income trap, atau perangkat negara menengah adalah kondisi dimana suatu negara menengah akan terus menjadi negara menengah. Ini dilihat dari angka produk domestik bruto dibagi dengan jumlah populasi, atau PBD per kapita. Saat ini angka PBD per kapita adalah $ 3.346(2). Untuk naik kelas jadi negara berpenghasilan atas, PBD per kapita harus mencapai angka $ 13.000.

“Artinya, jika pertumbuhan ekonomi hanya dikisaran 4% atau 5%, kita sebenarnya mengalami kegagalan. Ibarat badan, jika pertumbuhan kita tidak diatas angka 10% artinya kita gagal tumbuh menjadi orang dewasa yang kuat dan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa maju,” ungkap Prabowo Subianto dalam buku Paradoks Indonesia.

Ini adalah persoalan pokok yang harus di dasari sebagai bangsa. Pertumbuhan ekonomi dibawah 10% adalah kegagalan karena sama saja berjalan ditempat. Tidak bisa berbangga jika negara tidak keluar dari perangkap negara menengah, dari middle income trap.

“Negara lain yang sudah maju boleh saja tumbuh dibawah 5%. Indonesia tidak bisa. Kita masih punya pekerjaan besar. Kita harus segera lepas landas mengejar kemajuan. Kita tidak boleh berpuas diri berjalan ditempat.” ujarnya. [Mey Borjun]