Bicara soal makanan pasti tak akan ada habisnya, apalagi kalau sudah menyangkut makanan khas suatu daerah.

Nah, kali ini kita akan membahas salah satu makanan favorit yang sering diburu banyak orang. Makanan khas yang satu ini biasa dipasarkan di perbatasan Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan tepatnya di desa Sulau Wangi Kecamatan Kedurang Hilir. Apalagi namanya kalau bukan Pisang Salai.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat makanan khas yang satu ini adalah pisang yang sudah matang. Pisang yang biasa digunakan adalah jenis pisang jantan atau bisa juga jenis lainnya kecuali yang ada bijinya.

Pisang tersebut diiris tipis kemudian dijemur dibawah terik matahari. Sebuah pisang bisa dibagi menjadi 3-4 bagian tergantung ukuran pisangnya. Proses penjemuran pun membutuhkan 5-7 hari tergantung cuaca dan kekenyalan yang diinginkan.

Biasanya di hari ketiga atau keempat pinggiran pisang akan berubah menjadi warna coklat sedangkan bagian tengahnya berwarna orange tua pertanda jika madu yang terkandung sudah keluar.

Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar airnya sehingga lebih tahan lama. Pisang yang sudah kering bisa langsung dimakan atau digoreng dengan tepung seperti pisang goreng pada umumnya.

Adonan tepung cukup ditambah dengan sedikit garam saja karena pisang salai sangat manis, jadi tidak memerlukan banyak bahan tambahan. Rasa dan aroma yang khas dari pisang salai membuatnya diburu banyak orang sebagai buah tangan. Harganya sangat terjangkau mulai dari Rp5000 tergantung besar kecilnya pengepakkan.

Cara Membuatnya terbilang rumit karena proses penjemuran yang memakan banyak waktu, apalagi jika musim hujan kualitas pisang salai yang dihasilkan kurang baik untuk diperjual-belikan.

Resmi Hartati, Komunitas Menulis Bengkulu