Ketua PMI Provinsi Bengkulu, F.As Alwie.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu patut diacungi jempol. Pasalnya, PMI Provinsi Bengkulu salah satu PMI yang diperhitungkan di tingkat nasional lantaran selalu masuk peringkat teratas.

“Organisasi PMI Provinsi Bengkulu mengutus 36 orang relawan untuk mengikuti Temu Karya Tingkat Nasional VI Tahun 2018 di Waduk Jati Luhur, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut PMI akan menunjukkan prestasi kegiatan-kegiatan yang telah dicapai. Setiap event-event Nasional, karena PMI Provinsi Bengkulu diperhitungkan ditingkat nasional dan selalu masuk peringkat satu yang merupakan sebuah kebanggaan bagi PMI,” ujar Ketua PMI Provinsi Bengkulu, F.As Alwie, Jum’at (14/9/2018).

Dijelaskan Alwie, temu karya tersebut sekaligus menjalin silaturahmi dan bertukar pengalaman sesama relawan se-Indonesia untuk menambah semangat kemanusiaan para relawan dengan harapan PMI Bengkulu dapat mempertahankan prestasi yang telah dicapai selama ini.

Selain itu, tambahnya, PMI juga melakukan beberapa kegiatan, seperti projec pelatihan dan kesiapan mitigasi di daerah bekerjasama dengan palang merah Jepang, sosialiasasi pengurangan resiko bencana, donor darah, penyuluhan kesehatan tentang kanker dan tumor, sosialisasi berfikir kritis pada Remaja, dan sosialisasi perilaku hidup sehat juga ikut dilaksanakan

“Semoga PMI prestasinya terus meningkat dan menjadi ajang evaluasi terhadap relawan PMI dalam menghadapi tantangan saat menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan profesional,” kata Alwie.

Dedikasi para relawan PMI Bengkulu terus terasah sejak bencana tsunami Aceh 2004 hingga sampai saat ini. Semangat para relawan untuk menolong korban bencana tidak pernah surut.

“Mereka selalu hadir ketika tanah air dilanda bencana dan konflik tanpa memperdulikan agama, suku dan warna kulit. Beberapa waktu lalu kami telah mengirimkan relawan terlatih sebayak 7 orang guna membantu upaya tanggap darurat serta memberikan 300 paket perlengkapan sekolah kepada korban gempa NTB. Pada saat ada terjadi bencana, bahkan ada relawan yang gugur saat mengemban tugas kemanusiaan. Pengorbanan mereka layak disebut sebagai pahlawan kemanusiaan,” ungkapnya.

Sementara Asisten III Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto, mengatakan, PMI yang bergerak dalam bisang kemanusiaan diharapkan semakin meningkatkan profesionalitas. Bagaimanapun juga disaat tejadi bencana maupun hal lainnya yang perlu bantuan PMI. Ia mengakui bahwa dukungan pemerintah sangatlah penting, pemenuhan fasilitas dan operasional perlu dukungan dari pemerintah daerah.

“Diharapkan profesionalitas PMI semakin ditingkatkan, karena bagaimanapun juga disaat terjadi bencana dan lainya seperti kekurangan darah, nah dimana PMI harus bisa masuk ke situ untuk menolong bagi masyarakat yang memerlukan darah. Tingal nanti bagaimana PMI bersama pemerintah daerah terkait pemenuhan fasilitas dan lainnya masih butuh dukungan pemerintah daerah,” tandas Gotri. [Ardiyanto]