Pedomanbengkulu.com, Kaur – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Nasrul Rahman melalui Kabid Saparas Darslin Jumat (21/09/2018) menyampaikan bahwa Kebijakan Pemerintah sudah jelas bawa pupuk bersubsidi untuk petani.

Namun, masih saja ada permainan sehingga harga jual diatas HET. Ada indikasi permainan ditingkat kios.

“Memang ada beberapa persoalan yang mendasar kios-pengecer sering menjual pupuk subsidi di atas harga HET dan terlalu banyak permainan yang merugikan petani,” kata Darslin.

Apalagi harga HET sudah ada ketentuan secara nasional yakni dalam Peraturan Mentri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/12/2017. Denhan rincian Urea 90 ribu per zak, SP36 100 ribu per zak, ZA 70 ribu per zak, NPK 115 per zak, Organik 20 per zak.

“Kita sebagai lading sector, selalu melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada kios-kios untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan,” sambungnya.

Saat ini ada 40 kios resmi yang ada di 15 Kecamatan Kabupaten Kaur. Untuk kedepan biar sasaran pupuk subsudi sesuai dengan RDKK dan tidak salah sasaran penerima akan dibuatkan sebuah aturan yang tegas.

“Kita lagi persiapkan agar program pemerintah benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran,” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam rangka mencapai sasaran Produksi Pertanian secara Nasional. Guna menjamin ketersediaan pupuk dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan maka 2018 melalui Undan-undang Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2017 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 telah diamanatkan Pupuk Bersubsidi. [Feri]