Astra Motor Bengkulu selaku Main Dealer dan Retailer sepeda motor Honda terus mengkampanyekan Keselamatan berkendara.

Kampanye keselamatan berkendara diwujudkan berupa penyuluhan Cari Aman yang dilakukan baik disekolah, perguruan tinggi, perumahan bahkan sampai ke perkantoran.

Kresna Murti Dewanto selaku Marketing Manager Astra Motor Bengkulu melalui Noval Yunaidi selaku Instructor Safety Riding Astra Motor Bengkulu mengungkapkan bahwa Astra Motor senantiasa mendukung Honda yang telah menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Kampanye Cari Aman tak henti-hentinya digelar guna untuk mewujudkan tujuan dibentuknya Tim Safety Riding oleh Honda.

Kegiatan kali di adakan di SMKN 3 sawah lebar, kegiatan ini mengajak siswa/i untuk mengajarkan agar tertib berlalu lintas di jalan raya.

“Kita juga mengkampanye Cari Aman yang merupakan tagline terbaru dari Honda dalam keselamatan berkendara, dalam edukasi ini Honda mengajak untuk dapat menggunakan helm dan jaket pada saat berkenda, ada yang menarik dalam edukasi kali ini, kita mengadakan lomba pembuatan video cari aman yang bertujuan mengajak siswa/i smk 3 dapat menjadi contoh yang baik dalam hal berkendara dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Tentunya kampanye Cari Aman melarang agar anak dibawah umur yang belum memiliki SIM untuk mengendarai sepeda motor. Oleh karena itu, dalam kampanye Cari Aman, anak dibawah umur diajarkan untuk dapat dibonceng dengan aman,” katanya sebagimana rilis yang diperoleh Pedoman Bengkulu, Kamis (27/9/2018).

Dalam berkendara, menghargai dan menghormati pengendara lain merupakan hal penting yang harus dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan lampu sein.

Lampu sein sendiri mempunyai fungsi untuk memberi informasi kepada pengendara lain apabila kita hendak berbelok. Penggunaan lampu sein yang ceroboh mampu membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain.

Oleh karena itu pengendara tidak boleh lupa untuk menyalakan lampu sein ketika hendak berbelok dan mematikannya lagi setelah selesai berbelok agar tidak disalah mengertikan oleh pengendara yang lainnya. [Nurhas Bunaida]