Negara kita kaya akan sumber daya alam dan sember daya manusia. Seluruh rakyat Indonesia bisa hidup sejahtera, bebas dari kemiskinan, kelaparan dan kebodohan. Sesungguhnya, inilah tujuan kita merdeka. Inilah tujuan kita bernegara, untuk menjadi negara sejahtera.

Namun untuk mencapai tujuan itu, kita perlu mengelola kekayaan negara kita dengan baik.

Pengelolaan kekayaan negara adalah keputusan politik, baik itu di tingkat daerah atau di tingkat nasional. Keputusan-keputusan politik yang keliru akan membuat rakyat kita semakin miskin. Sebaliknya, keputusan-keputusan politik yang tepat akan membuat rakyat semakin sejahtera.

“Karena inilah saya mau di politik. Kalau saya anggap negara kita sudah tidak ada potensi lagi, sudah tidak ada harapan untuk menjadi sejahtera, mungkin saya tidak berpolitik,” ungkap Prabowo dalam buku Paradoks Indonesia.

Sejak pensiun dari tentara, beliau melihat Indonesia begitu kaya, Indonesia begitu banyak potensi. Tinggal punya strategis yang benar, manejemen yang baik, pemerintahan yang bersih, negara bisa cepat bangkit dan mencapai cita-cita kemerdekaan.

“Bagi saya Paradoks Indonesia adalah masalah kepemimpinan, masalah kearifan, masalah kehendak untuk mengambil keputusan-keputusan politik yang tepat. Saya sangat optimis, jika elit Indonesia yang mendapatkan kepercayaan untuk memimpin melalui proses demokrasi punya jiwa kepemimpinan, kearifan, dan kehendak, maka tidak butuh waktu yang lama untuk menjadikan Paradoks Indonesia bagian sejarah bangsa kita,” kata Prabowo Subianto.

Kita tidak boleh diam dan menerima dicap sebagai bangsa pengalah. Kita harus jadi bangsa pemenang. Kita tidak boleh hanya puas dikenal sebagai bangsa pembeli. Kita harus jadi bangsa pembuat. Sudah waktunya bangsa Indonesia tidak lagi dilihat sebagai bangsa yang lemah, tetapi bangsa yang kuat, bangsa yang terhormat.

Namun, dalam perjuangan menyembuhkan Paradoks Indonesia, kita harus hati-hati. Kita harus bijak, dan harus arif.

“Saya, dan saudara semua yang seperjuangan dengan saya, tidak boleh umbar janji ke rakyat dengan rumus-rumus yang terlalu sederhana.” ujarnya.

Prabowo punya sikap dasar. Setiap masalah harus dikaji dengan lengkap, teliti dengan baik, dan nilai dari segi kepentingan nasional bangsa Indonesia.

“Lalu, saya punya prinsip, saya tidak mau mencari kesalahan orang lain.” tegasnya. [Mey Borjun]