IST – Kofi Annan

Dunia kehilangan lagi seorang pemimpin besarnya. Tokoh karismatik, mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan meninggal dunia di usia 80 tahun, Sabtu (18/8) lalu. Tidak banyak yang tahu riwayat kesehatan Kofi Annan yang juga pernah menerima penghargaan Nobel Perdamaian.

Sang legenda diketahui menderita penyakit hanya beberapa saat sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di Bern, Swiss. Walaupun penyebab pasti kematiannya belum diumumkan, sejumlah media internasional memberitakan bahwa Kofi Annan mengalami “short illness” sebelum meninggal.

Dalam kondisi tersebut short illness yang mengancam nyawa dapat merujuk pada beberapa penyakit. Melansir KlikDokter, berikut penjelasannya.

– Penyakit kardiovaskular

Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih mencatat penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung sebagai perenggut nyawa terbanyak di dunia. Tidak hanya berbahaya sebagai penyebab kematian terbanyak, namun serangannya juga cepat. Tidak jarang korbannya terlambat mendapatkan pertolongan.

Stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah besar otak hanya akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk menghilangkan nyawa korbannya. Begitu pula serangan jantung. Tidak jarang penderitanya kehilangan kesadaran dalam perjalanan ke rumah sakit dan tiba di RS dalam keadaan sudah meninggal, death on arrival.

– Demam berdarah dengue

Bagi seseorang yang hidup di negara tropis, demam berdarah dengue juga layak masuk ke dalam daftar short illness yang mengancam nyawa. Bagaimana tidak, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini dalam kondisi berat dapat membuat perdarahan hebat sehingga sulit ditangani. Perdarahan ini disebabkan turunnya faktor pembekuan darah atau trombosit sebagai bagian dari perjalanan penyakit.

Di samping itu, pada pasien demam berdarah juga terjadi kerusakan dinging pembuluh darah. Akibatnya cairan dari dalam pembuluh merembes ke jaringan luar pembuluh. Kondisi tersebut menyebabkan aliran darah ke organ penting – seperti jantung – menjadi terganggu. Bila kondisi terlanjur berat dan tidak tertangani optimal, nyawa yang jadi taruhannya.

– MRSA

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan jenis infeksi bakteri yang kebal terhadap berbagai jenis antibiotik. Umumnya, infeksi MRSA ini terjadi di kulit dan tidak jarang dianggap sepele oleh penderitanya. Tanda- tanda luka di kulit seseorang disebabkan oleh MRSA diantaranya demam tinggi, luka bengkak, merah, nyeri dan bernanah.

Walaupun relatif jarang terjadi dan hanya dialami 2 dari 100 orang, infeksi jenis ini sangat berbahaya dan amat sulit diobati. MRSA dapat dengan cepat menyebar melalui darah dan mengakibatkan kerusakan berbagai organ hingga berujung pada kematian.

– Influenza dan Pneumonia

Walaupun kerap terjadi dan sering dipandang sebelah mata, nyatanya flu masuk dalam deretan 10 penyakit yang merenggut nyawa terbanyak versi WHO. Bakteri penyebab flu dapat menyebar ke saluran napas yang lebih dalam dan menyebabkan infeksi paru atau pneumonia.

Pada seorang anak, lansia atau orang yang kekebalan tubuhnya terganggu, pneumonia dapat menjadi ancaman kesehatan serius. Bakteri penyebab pneumonia dapat menyebar melalui peredaran darah dan sulit ditangani dengan pengobatan standar. Seseorang yang mengalami menderita pneumonia berat harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit agar dapat diselamatkan dari ancaman mematikan.

– Meningitis

Meningitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang selaput pelindung otak dan sum-sum tulang belakang. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri akibat tertular dari cairan bersin dan batuk penderitanya. Walaupun kerap dialami oleh anak- anak, dewasa dan lansia juga tidak luput dari intaiannya. Gejalanya yang menyerupai flu seperti demam, bersin, pilek, dan kaku otot sering kali menyebabkan kecurigaan akan penyakit ini terlewatkan begitu saja. Padahal meningitis dapat sangat berbahanya dan menyebabkan kematian dalam sekejap mata.

Kehilangan seorang pemimpin yang begitu dicintai seperti Kofi Annan tentu menorehkan luka mendalam. Satu hal yang dipetik dari kepergiannya: kesehatan adalah yang utama. Jangan pernah sepelekan sesederhana apapun gejala yang dirasakan. Segera periksakan dan lindungi diri dari ancaman nyawa yang berada di balik setiap penyakitnya. [Ivana]