PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Garda Muda Rafflesia menggelar aksi demonstrasi didepan Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, Senin (24/9/2018).

Aksi tersebut menuntut, tolak politik liberalisasi agraria dan pangan, konflik agraria, kriminalisasi petani dan isu lainnya. Meminta keseriusan pemerintah dalam menangani konflik – konflik agraria yang menempatkan petani menjadi korban penggusuran, kekerasan maupun kriminalisasi, mempertanyakan Program Presiden RI Joko Widodo terkait Nawacita yang seharusnya lebih mensejahterakan rakyat, cita – cita pelaksanaan reformasi agraria yang sekian lama tertunda kembali lahir setelah Presiden Joko Widodo memasukkan program pendistribusian tanah seluas 9 juta hektar dalam Nawa Cita yang kemudian dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Namun ketika ditinjau lebih jauh, program tersebut hanya didominasi dengan pembagian sertifikat tanah 4,5 juta hektar, sertifikasi 4,1 juta hektar pelepasan kawasan hutan, 0,4 juta hektar dari HGU habis, tanah terlantar, dan tanah negara lainnya. Selain itu, massa juga akan mempertanyakan serta menyesalkan atas tindakan refresif Polri saat melakukan pengamanan dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa gerakan mahasiswa beberapa waktu belakangan ini.

“Kita juga menuntut stop izin pertambangan perkebunan skala besar, batasi atau stop impor beras, tingkatkan distribusi pupuk dan alat pertanian, menuntut pemerintah daerah membuat kebijakan kongkrit yang pro kepada petani, menuntut pemerintah memberikan solusi kongkrit untuk stabilitas harga hasil pangan, menagih janji presiden mengenai kedaulatan pangan, percepatan hak atas pertanian dan mengecam tindakan refresip aparat keamanan demokrasi terhadap gerakan mahasiswa. Dan kami akan menunggu kejelasan pak Gubernur dan menunggu hingga usai menghadiri sidang paripurna dan kami pastikan Plt sampai menemui kami,” terang Hadi Pselaku korlap aksi.

Pantauan Pedoman Bengkulu, tampak sembari menunggu Plt, Gubernur Rohidin Mersyah yang sedang menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu massa disuguhi makan siang. Hingga pukul 14.37 WIB, puluhan massa terlihat masih bertahan menunggu sembari berdiskusi dan makan bersama dihalaman kantor Gubernur Bengkulu. [Ardiyanto]