Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Selatan meminta kepada Pemkab Bengkulu Selatan meninjau ulang kontrak parkir di Rumah Sakit Umum Hasanudin Damrah (RSHD) Manna.

Alasannya karena banyak keluhan masyarakat terkait penarikan parkir yang melebihi tarif yang telah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda).

Pantauan di lapangan, petugas parkir mayoritas memungut parkir kendaraan roda dua sebesar Rp2.000, padahal sesuai ketentuan Perda tarif parkir kendaraan roda dua hanya Rp 1.000.

“Tinjau kembali kontrak parkir di Rumah Sakit Umum Hasanuddin Damrah Manna karena ditemukan pemungutan parkir melebihi ketentuan Perda. Dan ini merugikan masyarakat dan juga merugikan daerah dari sisi Pendapatan Asli Daerah,” jelas juru bicara Fraksi PKPI, Agusman Jahim saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Perubahan Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 2018, Selasa (18/9/2018).

Selain itu, fraksi PKPI juga menyoroti permasalahan anjloknya harga kelapa sawit di kalangan petani. Fraksi PKPI meminta agar Pemkab Bengkulu Selatan mempermudah izin pendirian pabrik kelapa sawit.

Fraksi PKPI juga merekomendasikan agar Perda Hewan Ternak ditegakkan dengan maksimal. Karena dipandang keberadaan hewan ternak yang berkeliaraan sangat merugikan petani.

Secara umum masing-masing Fraksi yang menyampaikan pemandangan umum fraksi menyatakan setuju Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun Anggaran 2018 untuk dibahas lebih lanjut.

Paripurna pandangan umum fraksi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I Susman Hadi, dihadiri oleh Ketua dan Wakil-Wakil Ketua DPRD, Plt Bupati Gusnan Mulyadi, Anggota DPRD, FKPD dan pejabat eslon II dan III di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan. [Apdian Utama]