Seminar Nasional dalam rangka memperingati 1 abad berdirinya Madrasah Muallimin dan Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta untuk wilayah Sumatra di Aula Lantai 6 Kampus IV UMB, Sabtu (29/9/2018).

Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjadi tuan rumah Seminar Nasional dalam rangka memperingati 1 abad berdirinya Madrasah Muallimin dan Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta untuk wilayah Sumatra, Sabtu (29/9/2018).

Mengusung tema Inovasi Pendidikan dan Dakwah dalam mewujudkan Kader Kemanusiaan dan Masyarakat Berkemajuan, Seminar nasional ini dilaksanakan di aula lantai 6 Kampus 4 UMB dan menghadirkan 3 orang narasumber, yakni Prof Syafi’i Ma’arif, Dr Khoiruddin Bashori dan Dr Habib Chirzin.

Rektor UMB, Dr. H. Ahmad Dasan SH MA dalam sambutan menyampaikan rasa syukurnya karena telah ditunjuk sebagai tuan rumah pada kegiatan ini.

“Atas nama Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu, saya ucapkan banyak terima kasih kepada panitia pusat peringatan 1 abad Madrasah Mualimin dan Mualimat Muhammadiyah yang telah mempercayai kami sebagai tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional ini, muda-mudahan apa yang menjadi tujuan dari panitia pusat bisa kami laksanakan dengan baik,” ujar Ahmad Dasan dihadapan para peserta seminar, Sabtu (29/9/2018).

Lebih lanjut dijelaskan Ahmad Dasan, ketika diwawancarai insan pers menjelaskan bahwa Muallimin dan Muallimat adalah sekolah kader perserikatan Muhammdiyah.

“Seminar ini dilaksanakan dalam rangka mengingatkan kembali bahwa muhammadiyah mempunyai sekolah kader yang sangat luar biasa dan animo nya juga cukup luar biasa, harapannya bagaimana sekolah sekolah ini bisa muncul di daerah, bagi Bengkulu alhamdulilah sudah punya SMK Agromaritim, jadi SMK ini kita harapkan bisa menjadi sekolah kader, yakni sekolah yang bukan hanya memang mencetak pemimpin tp juga para entrepreneur muda,” jelasnya.

Menurutnya, Muallimin dan Muallimat memasuki abad kedua memiliki tanggung jawab masa depan sangat panjang.

“Ada empat persoalan penting yang masih perlu dibenahi diantarnya sumber daya manusia (SDM) ditingkatkan, ekonomi juga dikembangkan, jaringan komunikasi, dan politik tetap perlu dipikirkan,” jelasnya.

Rektor UMB juga berharap kedepannya Madrasah Muallimin dan Muallimat Muhammadiyah bisa menjadi sekolah idaman dan sekolah yang mendunia sebagai sekolah kader.

Pantauan Jurnalis pedomanbengkulu.com, peserta yang hadir dalam acara seminar ini adalah para guru dan dosen Muhammadiyah serta alumni yang tampak antusias mengikuti jalannya acara. [Nurhas Bunaida]

Rektor UMB saat memberikan kata sambutan.
Para guru dan dosen Muhammadiyah serta alumni Muallimin dan Muallimat hadir dalam acara ini.
Peserta tampak antusias.
Acara ini berjalan dengan khidmat.