Mobil korban pecah kaca saat terparkir di Mapolsek Ratu Agung Kota Bengkulu untuk melaporkan tindak pidana pencurian yang dialaminya.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Malang dialami Bintoro, warga asal Provinsi Lampung. Saat ia sedang melaksanakan ibadah salat Jumat disalah satu masjid di Kota Bengkulu barang miliknya raib yang diduga telah digondol maling, Jumat (14/9/2018).

Bintoro menjelaskan kronologis kejadian tersebut berawal saat dirinya memakirkan mobil sekira pukul 12.00 WIB. Kemudian langsung mengambil air wudhu yang selanjutnya untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.

Setelah selesai melaksanakan ibadah salat sekira pukul 12.45 WIB dirinya hendak masuk kedalam mobil, namun saat melihat barang miliknya sudah tidak ada dan kondisi mobil mengalami pecah kaca.

“Habis salat Jumat tadi mau ke belakang masuk ke mobil kan. Pokoknya aku parkir jam 12 terus masuk ke masjid dan salat Jumat kemudian selesai jam 1 kurang. Aku langsung duluan ke masjid itu ke parkiran. Kemudian langsung masuk saja gak sadar, karena aku datang duluan di parkiran. Jadi aku langsung masuk saja ke pintu kanan tanpa sadar pintu sebelah kiri sudah ke buka dan lihat tas sudah gak ada lagi,” urai Bintoro.

Ia mengatakan tidak mengetahui siapa terduga pelaku yang telah melakukan dugaan tindak pencurian dengan modus pecah kaca ini. Menurutnya, terduga pelaku beraksi saat semua orang melaksanakan salat Jumat.

“Kayaknya pas orang salat Jumat sih, gak begitu lama dan yang diambil cuma yang ada di depan aja, yang lain tidak ada di otak atik, langsung ambil aja tas. Iya modusnya pecah ngambil gak pake bongkar-bongkar. Yang hilang itu tas isi laptop sama dokumen, kalau untuk uang tunainya masih. HP di belakang juga gak diambil,” ungkap Bintoro.

Atas kejadian tersebut pihaknya langsung mendatangi Mapolsek Ratu Agung Kota Bengkulu untuk melaporkan kejadian tersebut.

Pencuri dengan modus pecah kaca kendaraan roda empat memang kerap meresahkan masyarakat. Biasanya pelaku menggunakan keramik atau pecahan busi dalam melancarkan aksinya.

Para pelaku pecah kaca menyasar benda berharga yang terletak di dalam mobil. Aksi ini biasanya dilakukan di area parkir mal, rest area, kampus, hingga rumah sakit.

Trik yang digunakan umumnya pelaku memecahkan kaca dengan pecahan busi kendaraan roda dua setelah diberi air liur untuk membuat pecahan busi itu dalam kondisi dingin.

Dengan begitu, saat terkena kaca kendaraan yang panas dan bertekanan tinggi bisa menyebabkan keretakan lantas pelaku mendorong kaca dan mengambil barang berharga milik korban yang berada di dalam mobil.

Aksi ini biasa dilakukan siang hari karena tekanan udara dari dalam mobil tinggi sehingga kaca mudah retak saat dilempar pakai pecahan busi.

Pihak kepolisian memberikan tips agar masyarakat tak menjadi korban komplotan pencuri dengan modus kaca ini dengan cara tidak menutup rapat kaca kendaraan saat terparkir atau setidaknya membuka kaca sebesar 1 sentimeter.

Hal itu dianggap akan menyulitkan pelaku memecahkan kaca kendaraan dengan pecahan busi karena adanya sirkulasi udara. [Ardiyanto]