InsyaAllah kegiatan aksi tolak bala 10 juta umat di Kota Bengkulu yang diawali sejak tanggal 9 hingga 12 November 2018 akan dihadiri oleh para da’i yang berbintang.

Mereka berasal dari angkatan TNI/Polri seperti Letjen Marinir Suharto, Komjen Pol Anton Bahrul Alam, Laksamana Muda Edy Tjipto Siswono, Mayjen Armyn Ali Anyang , Brigjen R Kun Priyambodo, Brigjen Wisnu SD, Marskal Pertama Sugiyarto, Brigjen Nano Sutarno, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Walikota Bengkulu H Helmi Hasan dalam setiap kunjungan kerja yang ia laksanakan keluar Provinsi Bengkulu senantiasa mensosialisasikan aksi yang dilakukan tepat pada peringatan Hari Pahlawan Nasional ini.

“Ini merupakan bentuk respon Pemerintah Kota Bengkulu terhadap perkembangan nasional yang memprihatinkan. Fitnah dan ghibah banyak bermunculan di media sosial, menghasut permusuhan dan perpecahan diantara anak bangsa. Aksi tolak bala ini kita lakukan agar negeri kita jauh dari bencana,” kata Helmi.

Seluruh dai kondang seperti Ustaz Abdul Somad, Derry Sulaiman dan yang lainnya insyaAllah juga akan hadir dalam kegiatan ini. Seluruh pemeluk agama dimanapun berada juga diajak untuk turut berdoa bagi kebaikan negeri ini pada tanggal 10 November 2018 tersebut.

“Vatikan juga kita undang, termasuk duta-duta besar dari seluruh dunia yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan semua berkenan untuk hadir dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini,” papar Helmi.

Melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI, Pemerintah Kota Bengkulu juga secara resmi telah berkirim surat dan berharap agar Kemenag RI ikut menyampaikan undangan kepada pengurus seluruh masjid di Indonesia.

Untuk diketahui, terdapat sekira satu juta masjid di Indonesia. Bila diasumsikan setiap masjid mengirimkan 10 perwakilannya, maka 10 juta umat akan berkumpul di Kota Bengkulu.

Baru-baru ini, Masjid Raya Bukit Baruga di Kota Makassar telah menyatakan dukungannya dan insyaAllah akan mengirimkan 18 jamaah mereka untuk hadir 10 November 2018 di Kota Bengkulu.

Pada tanggal 11 November 2018, Pemerintah Kota Bengkulu juga menggelar Karnaval Batik. Sebagai kota bersejarah, para peserta aksi tolak bala juga akan diberikan kesempatan untuk menikmati keindahan Kota Bengkulu.

Segenap komponen warga masyarakat Bengkulu telah menyatakan dukungannya untuk kesuksesan acara doa bersama menolak bencana di bumi nusantara ini. [Deni Dwi Cahya]