Ketua Bawaslu Kaur Tony Kuswoyo

PedomanBengkulu.com, Kaur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kaur melakukan deteksi terhadap potensi pelanggaran Pemilu 2019 di 15 Kecamatan 192 Desa dan 3 Kelurahan di wilayah hukumnya.

Bawaslu Kaur telah menerapkan standar Indek Kerawanan Pemilu (IKP) dalam melakukan pencegahan dan mengurangi resiko pelanggaran tersebut.

Ketua Bawaslu Kaur Tony Kuswoyo, Selasa (30/10/2018), menyampaikan bahwa tingkat kerawanan yang ada di Kabupaten Kaur bervariasi ada tinggi, sedang dan rendah.

“Ada beberapa spot titik yang selalu kita pantau dan anggota kita di bawah saat ini sudah kita instruksikan untuk melakukan pemantauan secara langsung agar semua pihak yang masuk dalam pusaran Pemilu ini Capres, Caleg DPRD Kabupaten Kaur, Caleg DPRD Provinsi dan Pusat serta DPD agar menaati rambu-rambu serta aturan yang telah menjadi pedoman bersama. Kita sangat mengharapkan pesta demokrasi kita Pemilu 2019 ini berintegritas dan bermartabat,” ujar Tony.

Ia menjelaskan, ada beberapa demensi yang termasuk dalam analisis lapangan mereka.

“Kultur sosial, struktur gografisi yang sulit dijangkau, pergerakan peserta, tim, sebaran dan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang saat ini sudah banyak bertebaran. Kita sedini mungkin bergerak melakukan pengawasan, agar potensi pelanggaran dapat diminimalisir. Fungsi pencegahan kita optimalkan, untuk anggota kita di Kecamatan dan Desa, sudah merekap apakah ada potensi pelanggaran atau tidak..Jangan sampai kejadian periode sebelumnya terulang kembali,” tandas Tony. [Fery]