PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Empat tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Lubuk Sini Simpang Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu tahun 2016 yang menggunakan dana sebesar Rp7,8 miliar dengan kerugian megara sebesar Rp300 juta dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Rabu (3/10/2018).

Keempat tersangka tersebut adalah
Ferdi Mardian Sari selaku kontraktor, Syamsul Bahri selaku kuasa pengguna anggaran per September, Syaifudin Firman selaku kuasa pengguna anggaran per Januari hingga September, Edi Setiono selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Henri Nainggolan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan terkait kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Lubuk Sini Simpang Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu tahun 2016 tersebut.

“Iya kita telah menerima limpahan kasus dari Mapolda Bengkulu, dan tersangka di kenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 junto Pasal 55 ayat (1) KUHP Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” kata Aspidsus.

Data terhimpun, 3 dari 4 tersangka yakni Ferdi Mardian, Syamsul Bahri dan Syaifudin Firman sebelumnya sudah ditahan terlebih dahulu di Rutan kelas II B Kota Bengkulu lantaran diduga telah terlibat kasus korupsi berbeda. [Ardiyanto]