PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ratusan perempuan yang menamakan dirinya ‘emak-emak’ Prabowo-Sandi menjalin silaturahmi sembari menggalang donasi untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

Acara ini dihelat di Sport Center, Pantai Panjang Kota Bengkulu, Minggu (7/10/2018).

Koordinator lapangan (korlap) kegiatan galang dana, Yeni Hariyati saat ditemui Pedoman Bengkulu mengungkapkan bahwa kegiatan hari ini adalah kegiatan spontanitas antara relawan ibu-ibu yang menyebut diri sebagai emak-emak Bumi Rafflesia Pasangan Prabowo-Sandi untuk menggalang bantuan donasi korban gempa di Donggala dan Palu.

“Kita bukan deklarasi, karena kalau deklarasi kan pasti ada orasi, saat ini kita hanya silaturahmi, sekaligus melakukan penggalangan bantuan donasi untuk korban gempa,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemenangan Provinsi Bengkulu Bidang Penggalangan Relawan Prabowo-Sandi itu.

Dilanjutkan Yeni, emak-emak itu juga ingin tatap muka, saling mempererat tali silaturahmi antara emak-emak yang memang pro dengan Prabowo-Sandi.

“Sehingga apabila ada informasi, kita dapat berbagi dengan berbagai daerah lainnya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, besarnya antusiasme warga Bengkulu untuk mendukung proposal perubahan Indonesia Adil Makmur yang diusung Prabowo-Sandi tidak hanya mereka yang ikut deklarasi saat itu.

“Di Bengkulu insyaAllah antusias dari kalangan emak-emak memang tinggi, namun yang pasti tentu para pendukung Prabowo-Sandi bukan hanya dari kalangan kami saja, di luar sana juga ada pendukung dari kalangan emak-emak pasar, dan masih banyak yang lain,” ungkap Yeni.

Yeni Hariyati.

Dilanjutkan Yeni, sebagian emak-emak merasa Prabowo dan Sandi yang memang tepat untuk menjadi Presiden RI, karena tegas, cerdas dan memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.

“Selanjutnya, kami akan berlanjut sampai tingkat kabupaten di Provinsi Bengkulu,” pungkasnya.

Acara ini diawali dengan senam bersama. Bertindak selaku Ketua Panitia, Hj Asmiar Amir. Ribuan pengunjung Pantai Panjang memberikan donasi terbaiknya untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah melalui emak-emak Prabowo-Sandi tersebut. [Deni Dwi Cahya]