Ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong –  Ada – ada saja ulah IJ (35), Warga Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong ini. Betapa tidak, Pria pengangguran ini nekat mengaku sebagai anggota Polisi hanya untuk melancarkan aksi kriminalnya merampas paksa berbagai barang berharga milik Ratika Finola (18), Pelajar Warga Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur Juni 2018 lalu.

Kendati sempat berhasil kabur membawa barang barang Korban selama empat bulan, namun akhirnya perbuatan IJ terbongkar juga setelah IJ ditangkap petugas Sat Narkoba Polres Rejang Lebong dalam perkara tindak pidana Narkotika, Selasa (2/10).

Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK, Rabu (3/10) mengatakan, identitas pelaku terungkap berdasarkan dari keterangan saksi korban serta sejumlah saksi lainnya yang mengetahui jelas ciri – ciri pelaku pencurian tersebut.

“Saksi Korban dan saksi lainnya memberikan ciri – ciri pelaku kepada petugas saat melaporkan peristiwa pencurian dengan pemberatan yang dialami oleh Korban. Berdasarkan ciri ciri itu, terlihat ada kesamaan dengan IJ yang sebelumnya telah ditangkap oleh Sat Narkoba lantaran terlibat kasus peredaran Narkotika. Setelah di konfrontir dengan Korban, ternyata benar, IJ adalah pelaku perampasan barang – barang milik Korban yang terjadi di Samping SMP Negeri 06 Desa kampung Delima Kecamatan Curup Timur, Sabtu 06 Juni 2018 sekira jam 21.00 WIB lalu,” terang Kasat.

Dijelaskan Kasat, kronologis peristiwa pencurian dengan pemberatan yang dialami oleh Korban bermula saat Korban sedang mengendarai motor bersama teman – temannya menuju arah pulang le rumah usai bertandang ke rumas salah satu rekannya. Saat melintas di jalan samping komplek SMP Negeri 6 Desa Kampung Delima, tiba tiba laju kendaraan korban dihentikan oleh IJ yang mengaku  sebagai anggota Polisi.

Korban yang takut, lantas menghentikan laju motor jenis Honda Beat Nopol BD 6740 CE warna hijau putih miliknya. Saat itu, IJ menghampiri Korban dan meminta agar Korban menyerahkan tas milik Korban yang berisikan 1 unit Handphone merk VIVO Y53, 1 unit Handphone merk XIOMI, KTP serta uang tunai senilai rp 300 ribu untuk diperiksa.

Layaknya petugas kepolisian yang sedang melakukan razia, IJ juga meminta Korban untuk menyerahkan motor kesayangan korban untuk di cek kelengkapannya. Korban yang takut, lantas menuruti semua permintaan pelaku.

Setelah mendapatkan tas berikut motor milik korban, IJ lantas pergi meninggalkan Korban di TKP menggunakan motor Korban sembari meminta Korban agar menyusul ke Kantor Polisi terdekat jika ingin mengambil kembali tas beserta motornya.

Korban yang tidak menyangka jika dirinya sedang di kibuli oleh IJ tersebut, hanya bisa bengong saat melihat IJ pergi berlalu membawa barang barang berharga miliknya tersebut.

“Saat ini, IJ sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim. Atas perbuatannya, IJ kita jerat dengan Pasal 363 KUHPidana,” tegas Kasat. [Ifan Salianto]