Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu Selatan, M. Rozi Firnando

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu Selatan mengecam keras pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser. Karena itu, aparat kopolisian pun diminta untuk segera bertindak.

“Kami atas nama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bengkulu Selatan mengecam keras peristiwa pembakaran bendera yg berlafaskan kalimat tauhid oleh salah oknum Banser,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu Selatan, M. Rozi Firnando.

Dirinya menyangkan terjadinya pembakaran bendera tersebut. Apalagi tindakan pembakaran bendera tersebut bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Rozi menilai bahwa aksi pembakaran bendera tersebut sudah melewati batas kewajaran dan kebablasan yang seharusnya tidak mesti terjadi.

Bagaimanapun juga, menurut Rozi, bendera yang dibakar tersebut bertuliskan kalimat syahadat yang sangat suci dan mulia. Jika alasan Oknum Banser adalah untuk menjaga bendera tauhid atau bendera HTI agar tidak terinjak-injak, tidak perlu dengan cara membakar.

“Kalaupun untuk menjaga bendera agar tidak terinjak-injak, cukup dengan cara diambil dan disimpan. Tidak perlu dibakar. Itu bukan cara yang mulia dan sangat tidak pantas. Hal ini malah membuat umat Islam marah dan geram,” sampai Rozi.

Rozi Firnando, mendesak pihak Banser Garut agar meminta maaf kepada umat Islam atas tindakan tidak bertanggung jawab oleh oknum anggota Banser.

“Kami minta ada pembinaan agar masalah serupa tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang,” harapnya. [Apdian Utama]