Siapa yang tak menyukai liburan? Tentunya setiap orang suka, dapat lepas dari pekerjaan dan carut-marut berbagai hal yang mengganggu pikiran. Sebab liburan dapat menyegarkan pikiran dan menambah pengetahuan.

Apalagi kalau jalan-jalan tersebut pergi ke luar negeri, namun untuk ke luar negeri biasanya sering kali menemui masalah di paspor.

Setiap paspor antara satu negara dan negara lainnya berbeda. Termasuk syarat dan fasilitasnya.

Sebuah laporan baru yang diterbitkan pada Selasa tanggal 9 Oktober 2018, mengungkapkan berapa fasilitas dari paspor beberapa negara.

Melansir Intisari, menurut Henley Passport Index, yang disusun oleh firma Henley & Partners Citizens, Jepang sekarang memiliki paspor paling kuat di dunia.

Setelah mendapatkan akses bebas visa ke Myanmar awal bulan ini, warga Jepang sekarang dapat menikmati akses visa pada 190 tujuan di seluruh duniaa.

Catatan ini mengalahkan Singapura yang berada di posisi kedua, dengan 189 tujuan.

Sementara Jerman, yang pada awal tahun 2018 berada di posisi pertama, harus puas berada di posisi ketiga dengan 188 tujuan.

Setelah ketiganya, Prancis dan Korea Selatan mengikuti untuk melengkapi top 5.

Jerman, yang mulai 2018 di posisi teratas, kini berada di tempat ketiga dengan 188 tujuan, diikat dengan Prancis dan Korea Selatan.

Keberhasilan Jepang berada di tempat pertama dikarenakan beberapa hal.

Seperti Uzbekistan mencabut persyaratan visa untuk warga negara Perancis pada 5 Oktober, karena telah memberikan akses bebas visa ke warga Jepang dan Singapura pada awal Februari 2018.

Lalu Korea Selatan memperoleh akses bebas visa ke Myanmar pada 1 Oktober, sementara Paraguay menghapus persyaratan visa untuk pemegang paspor Singapura pada tahun 2017.

Untuk posisi di luar kelima, Amerika Serikat dan Inggris, berada di posisi ke enam dengan 186 tujuan. Sementara Rusia telah jatuh ke posisi 47.

Khusus buat Uni Emirat Arab, mereka bisa dibilang paling sukses. Sebab, posisi mereka pada tahun 2006 adalah ke 62. Namun sekarang berada di posisi ke 21.

Dan China, mereka baru saja memperoleh akses ke St. Lucia dan Myanmar. Karenanya mereka sekarang di tempat ke 71, setelah naik 14 tempat sejak awal tahun 2017.

Christian H. Kalin, Ketua Grup Henley & Partners, berkomentar dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa suatu hasil yang luar biasa yang dapat dicapai oleh sebuah negara ketika mereka bekerja sama dengan negara lain.

Sebab mereka bisa membangun dunia untuk lebih saling berhubungan dan kolaboratif.

“China dan UEA memberi contoh paling baik. Mereka berhasil naik sejak tahun 2017,” ucap Kalin.

“Ini tak terlepas dari hasil dari hubungan yang kuat yang telah mereka bangun dengan negara-negara mitra di seluruh dunia.”

Berikut hasil lengkap peringkat paspor versi Henley Passport Index:

1. Jepang: 190

2. Singapura: 189

3. Jerman, Prancis, Korea Selatan: 188

4. Denmark, Finlandia, Italia, Swedia, Spanyol: 187

5. Norwegia, Inggris, Austria, Luksemburg, Belanda, Portugal, Amerika Serikat: 186

6. Belgia, Swiss, Irlandia, Kanada: 185

7. Australia, Yunani, Malta: 183

8. Selandia Baru, Republik Ceko: 182

9. Islandia: 181

10. Hungaria, Slovenia, Malaysia: 180

Lalu negara mana yang memiliki paspor dengan mobilitas paling rendah?

Tempat terakhir menurut daftar Henley Paspor Index yang baru adalah Afghanistan dan Irak. Keduanya hanya memberikan 30 tujuan negara.

Setelahnya ada Suriah dan Somalia dengan 32 negara tujuan, lalu ada Pakistan dengan 33 negara tujuan.

Untuk Indonesia sendiri, kita berada di urutan 72 dengan 73 tujuan negara. [Eva De]