Ilustrasi

Operasi plastik kini tak hanya dilakukan oleh selebritas atau model, tetapi juga oleh banyak orang dari berbagai profesi dan segala jenis usia.

Bahkan, American Society for Aesthetic Plastic Surgery menyebutkan, persentase usia lanjut atau lansia yang menjalani operasi plastik semakin meningkat. Tindakan operasi plastik dikatakan dapat meningkatkan kepuasan dan kualitas hidup para lansia.

Meski demikian, layaknya tindakan medis apa pun, operasi plastik juga memiliki beberapa risiko komplikasi. Salah satu yang cukup sering terjadi adalah bengkak (hematoma) seperti yang dialami aktivis dan seniman Ratna Sarumpaet, beberapa waktu lalu.

Melansir KlikDokter, hematoma adalah adanya penumpukan darah yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah. Pada kondisi ini, jaringan yang terkena akan mengalami bengkak dan tampak biru kemerahan. Hematoma paling sering terjadi di kulit, tetapi bisa juga terjadi di organ tubuh lain seperti selaput otak, paru, dan hati.

Hematoma di kulit yang terjadi pascaoperasi sering kali sulit dibedakan dengan hematoma karena sebab yang lain, seperti akibat tindakan kekerasan. Pada tindakan operasi plastik yang dilakukan di wajah, misalnya facelift, dapat mengakibatkan timbulnya bengkak di beberapa bagian wajah, sehingga kadang tampak seperti habis dipukuli.

Hal penting yang perlu diingat adalah secara hukum yang bisa menentukan suatu bengkak (hematoma) atau luka diakibatkan tindak kekerasan – seperti penganiayaan – adalah pihak kepolisian sebagai penyidik. Sedangkan secara medis, seorang dokter menentukan suatu bengkak merupakan risiko operasi plastik atau akibat benturan benda tumpul.

Untuk membedakan keduanya, berikut ini adalah perbedaan umum dari bengkak akibat operasi plastik dan bengkak karena tindak kekerasan.

1. Lokasi bengkak dan memar

Bengkak pascaoperasi plastik biasanya berada di area tertentu yang merupakan lokasi operasi. Sebagai contoh, operasi plastik untuk mengangkat dan mengencangkan pipi akan menyebabkan bengkak di area sekitar pipi. Bengkaknya memang dapat menyebar, tetapi hanya ke daerah sekitar bekas operasi, misalnya hingga sekitar mata.

Sebelum menjalani tindakan operasi plastik, setiap pasien akan diberi tahu mengenai kemungkinan adanya bengkak pascaoperasi. Biasanya, bengkak ini akan mulai mereda dalam waktu satu minggu.

Sementara itu, bengkak akibat tindak kekerasan seperti yang menggunakan benda tumpul, lokasinya tidak jelas dan tidak fokus di satu area saja. Bila seseorang dipukuli di area wajah, bengkaknya mungkin akan tampak di beberapa bagian wajah. Namun, bisa juga diikuti bengkak di area lain seperti lengan atau tungkai akibat terjatuh atau bentuk dari usaha perlawanan diri.

2. Gambaran memar

Gambaran memar yang dimaksud adalah bentuk dan warna. Pada bengkak pascaoperasi, bentuk bengkaknya sudah dapat diprediksi dari awal, yaitu mengikuti bentuk sayatan. Begitu pula dengan warnanya, awalnya akan biru kemerahan, kemudian saat mulai sembuh akan berubah menjadi hijau dan cokelat.

Sementara pada bengkak dan memar akibat tindak kekerasan oleh benda tumpul, bentuk luka memar tidak beraturan. Kalaupun memiliki bentuk, umumnya memberikan gambaran yang sesuai dengan benda penyebabnya. Misalnya, jika seseorang dipukuli dengan tongkat kayu dengan permukaan lonjong, maka bentuk bengkaknya akan mendekati bentuk tongkat tersebut. Hal ini disebabkan oleh adanya perdarahan tepi (marginal haemorrhage).

Dari segi warna bengkak, bila seseorang mengalami kekerasan tumpul satu kali saja, maka mungkin seluruh bengkaknya akan memiliki warna dan karakterisitik yang serupa. Namun, bila ia mengalaminya berulang-ulang, maka bengkaknya akan memiliki warna yang berbeda bergantung pada “usia” lukanya.

3. Adanya cedera yang lain

Pada bengkak akibat tindak kekerasan akibat benda tumpul, penderitanya mungkin akan mengalami cedera lain seperti luka terbuka, kerusakan gigi, patah tulang, dan sebagainya. Sementara pada bengkak pascaoperasi plastik, cedera tambahan tersebut tidak terjadi.

4. Masalah mental lainnya

Pada orang-orang yang mengalami bengkak akibat tindak kekerasan, biasanya mereka akan menunjukkan masalah mental seperti gangguan psikis, cenderung depresif, penurunan suasana hati, rasa takut pada orang asing, dan masih banyak lagi.

Sedangkan pada pasien pascaoperasi plastik, keluhan psikis sangat minimal. Mayoritas keluhan bersifat fisik, seperti rasa nyeri di area operasi, tetapi itu pun umumnya bisa diatasi dengan pemberian obat antinyeri oleh dokter.

Beberapa hal di atas mungkin dapat menunjukkan perbedaan antara bengkak karena operasi plastik dengan bengkak akibat tindak kekerasan dengan benda tumpul yang kerap dianggap mirip. [Ivana]