Pedomanbengkulu.com, Seluma- Berdasarkan data Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Seluma, Indeks kerawanan Pemilu di Kabupaten Seluma dari hasil pengawasan yaitu 44.28 persen.

Ketua Bawaslu Kabupaten Seluma, Yefrizal mengatakan, ada beberapa indeks kerawanan yang disoroti bawaslu. Diantaranya berkaitan dengan penyaluran logistik.

“Kalau kita Bawaslu, setiap tahapan itu ada tingkat kerawanan. Mulai dari adanya DPT ganda, hingga kerawanan kampanye,” kata Yefrizal kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Berdasarkan hasil pengawasan, kerawanan politik uang terjadi merata di setiap Kecamatan. Untuk daerah rawan pengarahan masa, terdapat di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Semidang Alas Maras.

“Kampanye juga banyak tingkat kerawanan. Misalnya melibatkan ASN dan menggunakan fasilitas negara,” jelasnya.

Daerah rawan kategori pemilih eksodus, terdapat di 6 Kecamatan, yaitu Kecamatan Seluma, Seluma Utara, Ulu Talo, Sukaraja, Semidang Alas Maras, Air Periukan dan Kecamatan Lubuk Sandi. Sedangkan kategori rawan black campaign terdapat di empat Kecamatan yaitu, Kecamatan Seluma, Talo, Semidang Alas dan Kecamatan Sukaraja.

“Ada juga yang kita soroti itu kerawanan saat pungut hitung. Ada atau tidak potensi keributan,” sambungnya.

Sementara itu, untuk daerah kategori rawan logistik di wilayah kerja bawaslu Seluma terdapat di lima Kecamatan, yaitu di Kecamatan Seluma Utara, Ulu Talo, Semidang Alas, Sukaraja dan Lubuk Sandi. [Sepriandi]