Makanan ringan seperti kue sering kali dijadikan buah tangan khas suatu daerah. Kue tat (atau juada tat dalam bahasa Serawai) misalnya, kue ini merupakan salah satu kue andalan dari Bengkulu. Kue yang berbahan dasar tepung ini dibentuk sedemikian rupa hingga bentuknya menarik dan diminati. Kue ini biasanya dibuat dalam dua persi, ada anak tat dan bay tat (induk tat).

Anak tat itu sendiri adalah kue tat yang dibentuk agak kecil dengan cetakan yang diinginkan, misalnya berbentuk bunga, bintang, atau daun. Sebagian orang, banyak yang memberi manisan didalamnya dan ada juga tidak. Sedangkan bay tat adalah kue tat yang diberi manisan atau selai di atasnya.

Bay tat dibuat dengan cara meratakan seluruh adonan ke dalam loyang persegi dengan ketebalan kurang lebih ½ cm, karena ketika dimasak adonan akan mengembang. Selanjutnya, ratakan selai atau manisan di atasnya. Kemudian bentuk sisa adonan memanjang sebesar jari kelingking dan letakkan di atas manisan tersebut, buat sekitar 8 buah dan letakkan memanjang hingga berbentuk persegi yang agak kecil.

Sebelum dimasak, agar terlihat menarik bentuk adonan kue tersebut dengan menggunakan cetakan yang telah disediakan. Di cubit pinggiran dan adonan memajang yang telah dibuat pada bay tat. Sedangkan pada anak tat, cubit bagian atasnya bisa berbentuk bunga, daun, atau sesuai dengan bentuk kue yang telah dibuat.

Tidak sembarang orang bisa membuat kue tat karena jika salah langkah maka kue yang dihasilkan akan keras. Membuat kue tat biasanya membutuhkan tenaga 2-4 orang, ada yang membuat adonan, ada yang mencetak, dan ada yang memanggang. Proses pemanggangan harus benar-benar diperhatikan bara apinya, jika apinya tidak rata maka akan mempengaruhi tingkat kematangan.

Kue tat biasa dimasak dengan cara dioven atau dipanggang. Namun, di pedesaan tradisi lama masih sering dilakukan meskipun teknologi semakin berkembang. Mereka lebih memilih memanggang langsung kue tat di atas bara api dengan lapisan seng. Mereka akan membuat tungku memanjang kemudian diatasnya diletakkan sekeping seng, dibuat lagi tungkuh diatas seng tersebut, kemudian ditutup lagi dengan sekeping seng.

Jadi, di bawah dan diatas tungkuh diletakkan bara api, dan di bagian tengahnya diletakkan batu yang agak kecil dan barulah di letakkan loyang diatasnya. Tujuannya, agar kue tat matang sempurna dengan warna kecoklatan yang pas.

Resmi Hartati, Komunitas Menulis Bengkulu