Di tengah kesibukan promosi film terbarunya yang berjudul Gila Lu Ndro!, komedian senior Indrodjojo Kusumonegoro atau yang sering disapa Indro “Warkop” tetap setia menemani sang istri yang setahun terakhir menderita kanker paru. Hingga kini, wanita pemilik nama lengkap Nita Octobijanthy ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, beberapa tokoh dan selebritas santer mengunjunginya. Mulai dari Ruben Onsu hingga Linda Gumelar secara bergantian datang menjenguk.

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc, Hons., dari KlikDokter, penyakit kanker paru dikenal sebagai penyebab nomor satu kematian pria di Indonesia. Tapi kenyataannya penyakit ini juga bisa menyerang kaum wanita.

Berdasarkan data yang diperoleh dari badan kesehatan dunia WHO, pada 2014 tercatat sebanyak 21.8 persen dari 35.185 orang di Indonesia menderita kanker paru.

“Saat terdiagnosis memiliki kanker paru, sel paru orang tersebut akan tumbuh secara tidak terkendali. Gejala yang timbul bisa batuk yang terus-menerus, batuk darah, sering sesak napas, mengi, nyeri dada saat batuk, demam, hingga penurunan berat badan,” jelas wanita yang akrab disapa dr. Jesslyn ini.

Apa saja penyebab seseorang bisa terkena penyakit kanker paru sebenarnya belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru:

1. Kebiasaan merokok

Menurut WHO, 85–95 persen orang terkena kanker paru disebabkan oleh konsumsi rokok. Dari survei yang dilakukan tersebut, 1 dari 13 pria di Indonesia terdiagnosis kanker paru, dan pria tersebut adalah perokok berat.

Meski demikian, tak hanya perokok aktif yang berisiko mengalaminya. Perokok pasif pun juga bisa terkena kanker paru. Dilansir dari situs kesehatan WebMD, menghirup asap tembakau bekas dari perokok yang berbagi tempat tinggal atau bekerja juga menjadi faktor risiko Anda terkena kanker paru.

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tinggal bersama perokok aktif memiliki risiko terkena kanker paru hingga 24 persen, bila dibandingkan dengan orang yang terbebas dari asap rokok. Tak heran, sekitar 7.300 kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya terjadi pada perokok pasif.

2. Asupan lemak tinggi

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Clinical Oncology mempelajari berbagai studi klinis yang dilakukan untuk mengamati pola makan orang-orang yang terdiagnosis memiliki kanker paru.

Hasilnya, orang yang mengonsumsi makanan dengan tingkat lemak jenuh tinggi memiliki kemungkinan 14 persen lebih tinggi terkena kanker paru.

3. Paparan gas radioaktif

Berdasarkan penjelasan dari organisasi Cancer Search UK, gas radioaktif alami jenis radon gas yang berasal dari batu dan tanah dapat menumpuk di rumah dan menyebabkan sekitar 3 dari 100 kasus kanker paru di Inggris.

4. Asbes, silika, dan knalpot diesel

Paparan asap diesel, asbes, ataupun silika dalam jumlah besar selama bertahun-tahun juga diduga dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru hingga 50 persen.

Asbes digunakan pada proses pembuatan kapal, sedangkan silika adalah zat yang digunakan dalam pembuatan kaca dan pemasangan batu bata.

Kasus kanker paru akibat paparan zat ini sebagian besar menimpa pekerja yang sehari-hari berhubungan dengan ketiga zat tersebut. Misalnya pada karyawan yang bekerja di pabrik.

5. Polusi udara

Polusi udara dari kendaraan, industri dan pembangkit listrik dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker paru. Dilansir dari situs kesehatan WebMD, sekitar 1 persen kematian terjadi akibat kanker paru yang disebabkan oleh udara yang tercemar.

Meski penyebab pasti kanker paru belum dapat dipastikan, perubahan gaya hidup –seperti menjaga pola makan sehat, berolahraga secara rutin, dan menghindari konsumsi rokok– diketahui dapat menurunkan risiko terhadap kanker ini. Istri Indro “Warkop” yang tengah berbaring di rumah sakit karena penyakit ini memang masih menjalani kemoterapi untuk mengurangi keluhan yang dirasakan. Semoga kondisinya terus membaik. [Ivana]