Alkisah pada zaman dahulu hiduplah keluarga Limonu, namun sayangnya Ayah dan kakak Limonu sudah lama meninggal saat ia masih kecil mula. Sedangkan ibunya bernama Ohohiya ialah yang membesarkan Limonu seorang diri sehingga ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa.

Ayah dan kakak Limonu sudah lama meninggal namun Limonu tidak mengetahui penyebab ayah dan kakaknya itu meninggal, setiap kali ia menanyakan kepada ibunya, selalu saja ibunya itu mengalihkan pembicaraan.

Pada suatu hari, di daerah Benteng Otanaha akan diadakan pertemuan para pendekar silat. Salah satu pendekar yang akan menghadiri acara itu adalah Hemuto, seorang jagoan yang sangat disegani oleh warga sekitar.

Limonu adalah seorang pemuda gagah dan perkasa dan sangat menyukai silat sehingga ia meminta izin dengan ibunya

“Ibu, izinkan aku ikut ke pertemuan itu. Aku sangat Ingin sekali melihat pertemuan silat itu,” kata Limonu.

Tekad Limonu sudah bulat sehingga dengan terpaksa Ohohiya pun mengizinkannya.

” Baiklah ibu izinkan kamu pergi ke pertemuan itu lagi pula ibu rasa tekat mu sungguh besar sehingga ingin kesana”, ujar ibunya.

Dengan perasaan hati yang senang karena di perbolehan pergi ke acara itu Limonu lalu bersia-siap untuk berangkat ke pertemuan itu. Sesampainya di sana Ia langsung mencari Hemuto untuk mengutarakan niatnya belajar bela diri kepadanya. Hemuto yang mengagumi perawakan Limonu pun mengizinkan pemuda itu menjadi muridnya.

Karena sudah menjadi murid nya Limonu di beri tugas untuk mengasah kris oleh Hemuto.

Limuno mengikuti semua yang di perintah gurunya itu, saat Limonu sedang mengasah keris, tiba-tiba sang Ibu mendatanginya dan mengungkapkan suatu rahasia besar keluarganya. Yang selama ini ia srmbunyikan dari Limuno

“Anakku, ketahuilah, bahwa pembunuh dari ayah dan kakakmu adalah Hemuto, yang kini kau sebut sebagai guru,” kata ibunya.

Sontak Limonu merasa kaget, namun karena Limonu adalah pemuda yang cerdik dan bijaksana, ia hendak menyelesaikan masalah keluarganya juga dengan cara yang bijaksana. Ia segera menemui gurunya yaitu Hemuto dan menanyakan langsung kebenaran cerita ibunya.

“Guru apakah benar kalo kau pembunuh ayah dan kakak saya ?” tanya Limonu.

Pada awal nya Hemuto merasa kaget dengan pertanyaan itu namun ketika ibu Limonu datang ia jadi tahu bahwa Limuno adakah anak dari raja yang dahulu musuhnya

“Tidak kusangka kau adalah putra dari musuhku dulu,” kata Hemuto.

“Aku juga tidak menyangka kau pembunuh ayah dan kakakku,” jawab Limonu.

Mereka kemudian sepakat untuk mengadakan pertempuran yang adil tanpa muslihat. Limonu segera menyiapkan pasukan kerajaan untuk melawan pasukan Hemuto. Berkat kecerdikan Limonu, pasukan Hemuto bisa dipukul mundur. Pada akhirnya Limonu bisa merebut dan melindungi wilayah yang sudah lama dijajah oleh Hemuto. [Mitha]