PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Tertangkap tangan membawa senjata tajam (Sajam) bukan pada tempatnya dan tidak sesuai dengan profesinya, tiga pemuda Warga Desa Air Pikat Kecamatan Bermani Ulu, Kamis (11/10) sekitar pukul 02.00 WIB diamankan petugas Polres Rejang Lebong.

Ironisnya, saat diamankan petugas didepan taman Makam Pahlawan, Desa Pahlawan Kecamatan Curup Utara ini, ketiga petani berinisial DS (22), RS (20) dan AS (21) ini sedang dalam keadaan mabuk minuman keras.

“Betul, ketiganya membawa sajam jenis pisau dan dalam keadaan mabuk saat diamankan petugas kita,” ujar Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Ordiva, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Jery Antonius Nainggolan, SIK, Kamis (11/10).

Dijelaskan Kasat, penangkapan ketiga pemuda ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap keberadaan ketiga pelaku yang masih nongkrong saat lewat tengah malam di depan Makam Pahlawan. Terlebih lagi, keberadaan ketiganya, membuat masyarakat sekitar menjadi resah.

Kecurigaan petugas akhirnya terbukti, saat dihampiri, ketiganya sedang dalam kondisi mabuk usai menenggak minuman keras. Saat ditanya, ketiganya malah memberikan jawaban ngawur kepada petugas.

Hingga akhirnya, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan sajam jenis pisau terselip di pinggang. Tak pelak, ketiganya langsung digelandang ke Mapolres Rejang Lebong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Setelah kita periksa, ternyata sajam yang dibawa tidak sesuai peruntukan dan bukan pada tempat semestinya,” ujar Kasat.

Atas ulahnya, sambung Kasat, ketiganya akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

“Kembali saya ingatkan kepada Warga agar tidak sekali kali membawa senjata tajam bukan pada tempat dan tidak sesuai antara peruntukan dan profesinya. Sebab, hal tersebut melanggar aturan hukum yang berlaku. Petugas tidak akan pandang bulu kepada siapaun dalam penindakan hal ini. Sebab, dengan begitu, dapat mengurangi aksi kriminalitas yang ada di Rejang Lebong ini,” tutup Kasat. [Ifan Salianto]